Penerimaan Bea Cukai Atambua Lampaui Target

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pencapaian penerimaan Negara yang dibebankan pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madia Pabean B Atambua di tahun 2018 konteks pelaksanaan kegiatan di wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL melampaui target yang ditetapkan.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Media Pabean B Atambua, Sayfudin mengemukakan, dari penerimaan negara yang dibebankan ke Bea Cukai Atambua sebesar Rp.780.000.000. Dari target terealisasi penerimaan biaya masuk sebesar Rp.1.459. 538.000, dan penerimaan biaya lain-lainnya sebesar Rp.150.264.600.

“Total penerimaan negara yang berhasil dikumpulkan Bea Cukai Atambua hingga akhir Desember 2018 Rp.1.609.802.600 atau 227.37 persen dari penerimaan yang ditargetkan,” ungkap Sayfudin saat dihubungi, Senin (14/1/2019).

Dituturkan bahwa, selama tahun 2018 terdapat peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dimana jumlah penumpang yang diberitahukan saat berangkat total sebanyak 127.291 berkas, terdiri dari 88.764 berkas di PLBN Motaain, 2123 berkas di Turiskain Kabupaten Belu, 8.674 di PLBN Motamasin Kabupaten Malaka, 22.863 PLBN Wini dan 4.867 berkas di Napan Kabupaten TTU.

Lanjut Sayfudin, aktivitas pelintasan batas di tahun 2018 yang menggunakan Kartu Identitas Lintas Batas (KILB) berjumlah 565 terdiri dari, 52 PLBN Motamasin, PLBN Wini 363, Napan 123 dan Turiskan sebanyak 27.

“Sementara permohonan membawa kendaraan sebanyak 1.787 berkas terdiri dari 9835 di PLBN Motaain, 1449 PLBN Motamasin, 5056 di PLBN Wini dan 747 di Napan,” ujar Sayfudin.

Dikatakan, untuk kegiatan ekspor-Import di wilayah perbatasan RI-RDTL jumlah Pemberitahuan Ekspor Barang 5043 berkas dengan total devisa sebesar 15.277.732.88 USD, yang berasal dari Pemberitahuan Inport barang berupa komoditas Kopi, Kopra Kemiri dan Maek. Sedangkan untuk kegiatan ekspor masih didominasi berupa bahan bangunan dan barang konsumsi masyarakat.

Adapun rincian komoditas Import untuk kopi sebanyak 1.901.055 kg, kopra 1.257.056 kg, kemiri kulit 793.655 kg, kemiri isi 513.030 kg dan Maek 529.595 kg. “Dari aktivitas itu terus meningkat setiap tahunnya. Ini berdampak baik bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL,” ucap dia.