Ini Rekomendasi DPRD NTT Terkait Kasus Pencekalan Selfina Etidena

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan enam butir rekomendasi dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan para pihak terkait kasus pencekalan Selfina Etidena, mahasiswa STT Galilea Yogyakarta yang dicekal Satgas Pencegahan dan Perlindungan TKI Non-prosedural di Bandara El Tari Kupang.

Rapat dengar pendapat itu menghadirkan Dinas Nakertrans Provinsi NTT, Satgas Pencegahan dan Perlindungan TKI Non-prosedural, Aliansi Peduli Kemanusiaan serta keluarga korban Selfina Etidena, yang berlangsung di ruang Kelimutu, kantor DPRD NTT, Selasa (15/1/2019).

Rapat yang digelar tersebut membahas khusus tentang kasus Selfina Etidena, mahasiswa di Yogyakarta asal Kabupaten Alor yang sebelumnya dicurigai sebagai calon TKI ilegal dan dicegah keberangkatannya kemudian ditelantarkan oleh Satgas di Bandara El Tari Kupang pada Jumat (4/1/2019) lalu.

Dalam rapat yang cukup alot, selama kurang lebih tiga jam itu, DPRD NTT kemudian merumuskan enam butir rekomendasi untuk menjadi perhatian pemerintah NTT dalam hal ini Dinas Nakertrans Provinsi NTT.

Anggota Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo saat membacakan rekomendasi hasil RDP itu mengatakan, poin pertama dari rekomendasi tersebut, yakni DPRD NTT menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan yang mendalam atas peristiwa pencegatan dan pencekalan yang dialami oleh Selfina Etidena.

“Atas nama hak asasi manusia (HAM), demokrasi, dan peraturan sekalipun, ini merupakan sesuatu yang tidak pantas dan tidak perlu terjadi,” ungkap Winston.

Kedua, DPRD NTT mendesak pemerintah, khususnya Dinas Nakertrans Provinsi NTT untuk menyampaikan permohonan maaf dan melakukan pemulihan terhadap kerugian yang dialami Selfina Etidena, agar bisa segera melanjutkan kuliah dengan lancar dan nyaman.

“Untuk itu, pihak Disnakertrans segera lakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pihak keluarga dalam waktu segera dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” tegasnya.

Ketiga, DPRD NTT mendesak agar gugus tugas anti perdagangan orang dan pencegahan TKI ilegal, berdasarkan mandat Pergub 294 tahun 2019 agar dibenahi serius dan didesain ulang tupoksi, koordinasi, komunikasi dan implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Ini untuk memastikan agar salah cegat, salah tangkap yang dialami oleh Selfina Etidena tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.

Keempat, DPRD NTT mendesak Kadis Nakertrans Provinsi NTT untuk segera melakukan pemeriksaan dan penindakan tegas atas dugaan pelanggaran prosedur terhadap kasus yang dialami Selfina Etidena.

“Hal ini agar ada efek jera dan memastikan agar hal ini tidak terjadi lagi di masa mendatang, dan perkembangan proses penindakan tegas ini dilaporkan kepada pimpinan DPRD NTT,” kata Winston.

Kelima, DPRD NTT khususnya Komisi V, akan menindaklanjuti rekomendasi terkait pembenahan dan desain ulang gugus tugas anti human trafficking dan RDP akan dilakukan dengan pihak-pihak terkait dalam waktu segera.

Sedangkan butir terakhir, keenam, DPRD NTT mendukung untuk pemulihan kasus Selfina Etidena, agar para pihak terkait termasuk Disnakertrans Provinsi NTT dapat memberikan surat keterangan resmi penyelesaian persoalan ini, dan DPRD NTT siap memberikan rekomendasi sekiranya diperlukan.

“Dan DPRD NTT mendukung pihak keluarga untuk menindaklanjuti dengan penyelesaian hukum melalui prosedur yang berlaku,” tandasnya.

Dalam RDP tersebut, Plt. Kadis Nakertrans Provinsi NTT, Sisilia Sona akhirnya mengakui bahwa Selfina Etidena adalah mahasiswi Sekolah Tinggi Teologia (STT) Galilea Yogyakarta.

“Kami sudah sempat melakukan komunikasi dengan pihak kampus, saya sudah telpon dengan pak Manulang dan dia menyatakan bahwa Selfina adalah mahasiswa di kampus itu,” katanya.

Sisilia yang diwawancarai usai RDP itu, mengatakan, masalah tersebut telah selesai, dan pihaknya membenarkan Selfina sebagai mahasiswa STT Galilea.

Dia juga mengaku, pihaknya siap menggantikan kerugian biaya tiket pesawat Selfina yang hangus, walau tiket yang baru telah dibelikan oleh pihak keluarga korban. “Kami akan tindak lanjuti rekomendasi bersama DPRD, termasuk ganti biaya tiketnya,” ujar Sisilia.