Kebijakan Lion Air Hapus Bagasi Gratis Dinilai Merugikan Masyarakat NTT

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pihak Lion Air Group telah mengeluarkan kebijakan baru dimana akan mengenakan tarif untuk bagasi para penumpang Lion Air dan Wings Air. Kebijakan ini akan diterapkan mulai Selasa (8/1/2019).

Sebelumnya, Lion Air Group menerapkan kebijakan kapasitas barang bawaan dan bagasi terdaftar gratis (free baggage allowance) untuk seluruh penerbangan maskapai. Lion Air memberlakukan bagasi gratis atau cuma-cuma 20 kilogram (kg) per penumpang sementara Wings Air 10 kg.

Terhadap kebijakan Lion Air Group ini, yang menghapus layanan bagasi gratis (free baggage) bagi penumpang dinilai sangat merugikan atau memberatkan, khususnya masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Anggota DPRD NTT, Winston Neil Rondo kepada wartawan di Kupang, Senin (7/12/2018) mengatakan, pihaknya mendapat banyak masukan sekaligus protes dari masyarakat NTT terkait kebijakan kebijakan dimaksud, yang segera diberlakukan mulai besok (8/12/2018).

“Kami dapat banyak masukan dari masyarakat NTT, baik tokoh agama dan juga tokoh muda, bahwa kebijakan yang akan segera diberlakukan ini sungguh memberatkan masyarakat,” ungkap Winston.

Menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT ini, hal itu beralasan dan menjadi persoalan serius bagi masyarakat NTT. Pasalnya, saat ini Lion Air Group menguasai 80 persen jalur perhubungan perintis yang menghubungkan pulau-pulau kecil dan daratan di wilayah NTT.

Bahkan, Lion Air Group dengan armada Wings melayani penerbangan hampir semua wilayah domestik di NTT yang memiliki Bandar Udara (Bandara) minus Kabupaten Sabu Raijua.

“Kondisi ini, justru bisa mematikan ekonomi masyarakat NTT, karena lintasan domestik ini selalu digunakan masyarakat yang pebisnis. Kami mendapat banyak masukan dan protes dari masyarakat, tokoh agama, kebijakan Free bagase ini tidak memihak bagi masyarakat NTT,” katanya.

Dia mengatakan, pemerintah NTT perlu memperhatikan kondisi tersebut. “Tentu kami juga harapkan masalah ini bisa jadi perhatian serius dari DPR RI khususnya Komisi V DPR RI,” katanya.

Dia berargumen, penerapan kebijakan Lion Air ini terkesan tergesa-gesa tanpa dikaji terlebih dahulu, sehingga hal ini akan berdampak sangat besar yakni merugikan masyarakat NTT.

“Kebijakan Lion Air ini hanya mementingkan diri sendiri, tanpa pertimbangan atau kajian matang, dan dia merugikan betul masyarakat NTT,” katanya.

“Kalau ini berlaku untuk penerbangan ke Jakarta atau Surabaya dan Bali atau lintasan internasional tidak masalah, tapi kalau penerbangan domestik, maka sangat memberatkan masyarakat NTT. Kami minta Komisi V DPR RI bisa panggil manajemen maskapai ini dan evaluasi agar dikaji betul sebelum diterapkan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sebagaimana dikutip dari website Lion Air, biaya bagasi yang dikenakan bervariasi tergantung berat. Harga ini merupakan harga bagasi tambahan, sehingga bisa saja berbeda dengan prepaid baggage. Berikut daftarnya:

1. 5 kg: Rp155.000
2. 10 kg: Rp310.000
3. 15 kg: Rp465.000
4. 20 kg: Rp620.000
5. 25 kg: Rp775.000
6. 30 kg: Rp930.000