Pasca Cuti Bersama, Ratusan ASN dan PTT Akan Diberikan Sangsi Tegas

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Terkait ratusan Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengaku, dirinya meminta Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) untuk merekap semua daftar hadir, baik untuk PTT dan ASN. Hasilnya akan langsung diserahkan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota. karena akan ada sanksi yang diberikan

“Saya Minta BKPPD untuk merekap absen dari semua instansi karena ASN dan PTT yang tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan akan diberi sanksi,” Kata Wali Kota kepada wartawan di Balai Kota Kupang, Kamis (03/01/2019).

Jefri mengaku, yang tidak masuk kerja hari pertama akan diberikan sangsi sesuai undang-undang ASN yaitu dengan memberikan surat teguran, juga pembinaan secara lisan. Sementara untuk PTT yang tidak hadir, akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan untuk diperpanjang atau diberhentikan.

“Saya dan pak wakil akan terima laporannya sebentar, kami minta BKPPD untuk langsung serahkan ke kami, kami akan lihat satu per satu, apakah memang orang yang bersangkutan sering tidak masuk ataukah hanya hari ini saja, kita akan lihat juga alasannya tidak masuk kantor,” ujar Wali Kota.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man, mengatakan ASN dan PTT yang tidak masuk kerja hari pertama, akan diberikan hukuman disiplin yaitu teguran lisan dan tertulis untuk ASN.

“Sementara untuk PTT, akan dilihat semua kinerjanya selama ini, dan kehadiran hari ini, menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk perpanjangan SK nya,” ujar Wawali.

Herman mengaku, Pemerintah berencana untuk memperpanjang kontrak PTT pada 20 Januari mendatang. Jika dinilai kinerjanya buruk maka akan langsung diberhentikan.

“Kami juga menilai kinerjanya PTT selama ini, jika memang kinerjanya buruk, ditambah hari ini tidak masuk, maka akan langsung dipecat,” ungkapnya.

Menurut Herman, ASN dan PTT yang tidak hadir merupakan contoh yang tidak baik. Sudah diberikan libur selama belasan hari, masih saja belum puas dan menambah libur sendiri. Untuk meningkatkan disiplin ASN dan PTT, maka harus diberikan sangsi tegas akan tidak ada lagi Asn dan PTT yang tidak disiplin.

“Kecuali ada pemberitahuan sakit, kedukaan dan alasan logis lainnya maka akan diperimbangkan, tetapi jika tanpa berita, maka tidak ada toleransi,” ujarnya.

Tahun 2019 ini, kata Herman, semua harus lebih disiplin dan bekerja dengan bertanggungjawab, tidak ada lagi toleransi, jika toleransi terus diberikan maka akan berpengaruh pada kinerja, yaitu semakin malas dan menurunnya produktifitas kerja.

“Saya dan wali kota berkomitmen bahwa tahun 2019 ini tidak ada lagi main-main, semua harus bekerja maksimal, semua dengan bidangnya masing-masing harus memberikan progres yang baik, meningkatkan produktifitas kerja,” ungkapnya.