Sosialisasi Pengembangan Pengawasan Partisipatif Pada Pemilu 2019

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Badan Pengawasan Pemilu Umum (Bawaslu) Kabupaten Belu menggelar sosialisasi kerja sama pengembangan pengawasan partisipatif pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Atambua, Senin (17/12/2018).

Kegiatan dihadiri sekitar 50 orang peserta yakni Ketua dan Anggota dari pengurus organisasi Kwarcab Belu, PMKRI Belu, GMNI Belu, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Belu, Pemuda Katolik Belu dan Pena Batas RI-RDTL.

Ketua Bawaslu Belu, Andreas Parera dalam sambutan sekaligus membuka acara mengatakan, kegiatan sosialisasi pengembangan partisipatif bagi organisasi Kwarcab Belu, PMKRI, GMNI, WKRI, Pemuda Katolik dan Pena Batas sangat penting.

Dituturkan bahwa, dalam giat sehari ini akan ada diskusi dimana bisa mendalam dan bisa berkelanjutan karena mengawasi Pemilu tidak saja dengan mengawasi struktural karena kami terbatas dengan personil yang ada di setiap wilayah.

“Karena itu penting sekali pengawasan pada Pemilu. Kami mengajak seluruh unsur elemen untuk ikut terlibat dalam mengawas,” pinta Parera.

Semua warga negara jelas dia mempunyai hak mengawasi Pemilu bagaimana laporan dugaan pelanggaran. Dalam Pemilu masyarakat juga punya hak asal punya data, bukti yang kuat jangan hanya asumsi.

“Kami harapkan diskusi ini tidak selesai disini, tapi berkelanjutan. Dilangkah selanjutnya akan kita lakukan MoU dengan enam organisasi yang terlibat dalam giat,” ujar dia.

“MoU dimana untuk ikut dalam pengawasan Pemilu, memperkuat pengawasan bagaimana melibatkan seluruh warga ikut mengawasi proses pesta demokrasi kita,” sambung Parera.

Lanjut dia, point penting dalam kegiatan ini, dimana para pengurus organisasi bisa memberikan informasi pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu. “Harapan kami bisa sampaikan ke masyarakat agar pesta demokrasi dapat terlaksana dengan sukses,” akhir Parera.

Adapun pemateri dalam sosialisasi tersebut yakni, Ketua Bawaslu Andre Parera dengan materi pentingnya pengawasan partisipatif, Kordiv SDM, organisasi dan data informasi Maria Gizela Lumis dengan materi gambaran umum Bawaslu dan Kordiv Hukum penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa Austinus Bau dengan materi teknis penanganan temuan laporan dugaan pelanggaran Pemilu.