Alosius : Tidak Ada Oknum Anggota Polisi Yang Memukulnya

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Alosius Bau membenarkan bahwa, tidak ada oknum Anggota Polisi yang memukul dirinya seperti informasi yang beredar di publik.

Hal itu disampaikan Alo dalam klarifikasi kepada awak media di ruangan Reskrim Polres Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste, Jumat (14/12/2018).

Alo yang didampingi Isteri bersama kerabat keluarga serta pihak Polres membenarkan bahwa, tidak ada pemukulan terhadap dirinya oleh oknum Anggota Polisi Brimob melainkan hanya diancam saja.

“Jadi bukan pemukulan tapi ancaman terhadap saya,” terang dia.

Alo mengisahkan, selesai dia dikeroyok Ose cs karena menghadang mobil truck yang mengangkut BBM illegal yang diduga akan diselundupkan, dirinya didatangi lima orang oknum yakni satu lima oknum Anggota keamanan.

“Mereka ada lima orang, dua oknum Anggota Brimob, dua Polisi dan satu TNI Satgas Yonif R 408/SBH. Yang ancam itu hanya satu oknum Anggota Brimob suruh saya mau ke Pospol Dilumil untuk selesaikan masalah, tapi saya bilang tidak bisa karena kasus sudah dilaporkan ke Polsek Lamaknen,” ujar Alo.

Lanjut dia, dirinya menyampaikan kepada kelima oknum Anggota keamanan itu untuk urusan kasus dirinya dianiaya harus diselesaikan di pihak Polsek Lamaknen bukan di Pospol Dilumil.

Ditambahkan, terkait kasus penganiayaan dirinya oleh Ose cs pihak korban dan pelaku telah bersepakat untuk menyelesaikannya persoalannya secara kekeluargaan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Alosius Bau warga Desa Makir Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu diduga mendapat penganiayaan dari Yosep Liunome alias Ose warga Dusun Nakalolo, Desa Aitoun, Kecamatan Raihat pelaku penyelundupan BBM jenis bensin.

Peristiwa penganiayaan bermula ketika Aloisius berusaha mengagalkan penyelundupan BBM yang diangkut dum truk milik Ose yang dikemudikan Gusti menangkut ratusan jerigen berisi BBM jenis Bensin Senin kemarin (11/12/2018) dini hari
sekitar pukul 01.00 Wita.

Alo disela-sela mengambil keterangan di Polres Belu menuturkan, setelah dirinya menahan mobil dia sempat diajak Ose untuk bekerja sama dengan iming-iming diberi uang sejumlah Rp 4.000.000.

Namun ajakan Ose ditolak sehingga Alosius dianiaya oleh Ose bersama temannya.
Tak mampu melawan, Alo kembali ke rumahnya. Pada Senin pagi dia didatangi oknum Anggota dari Satgas RI-RDTL Yonif R 408/Sbh, dua Anggota Brimob, dua Anggota Polisi, dan Kapospol Dilumil.

Alo mengaku saat itu, salah seorang oknum Anggota Brimob mengatakan kepada dirinya “kau punya hak apa sampai tahan barang milik orang?” ujar dia menirukan ucapan Anggota itu.

Tidak terima dianiaya Alosius menolak untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan memilih melaporkan Ose ke Polsek Lamaknen.