Pengisian Awal Air Bendungan Rotiklot Dihadiri Dirjen SDA Kementerian PUPR

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Hari Suprayogi menghadiri acara pengisian awal (Impounding) Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste, Kamis (13/12/2018).

Pengisian awal air bendungan terbesar di perbatasan Belu ditandai dengan penekanan tombol sirene dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Dirjen Hari didampingi Wakil Gubernur NTT, Wakil Bupati Belu serta Pejabat Kementerian lainnya.

Dalam sambutan Dirjen Suprayogi menuturkan, bendungan Rotiklot merupakan bagian dari kebijakan memanfaatkan potensi Sumber Daya Air yang diperuntukkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Dikatakan, kondisi spesifik provinsi Nusa Tenggara Timur adalah wilayah dengan iklim tropis kering (Semi Arid) dengan musim huian sangat pendek 3 – 4 bulan dimana curah hujan rata-rata tahunan 1.200 mm dengan musim kemarau yang panjang (8-9 bulan) berdampak pada masalah kekeringan.

“Maka dari itu pembangunan bendungan menjadi sangat strategis untuk menampung potensi curah hujan yang ada,” ujar Suprayogi.

Jelas dia, pembangunan bendungaan merupakan salah satu program utama Kementerian PUPR melalui Ditjen SDA yang bertujuan untuk mengkonservasi sumber daya air serta pengendaIian daya rusak air dalam rangka mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan.

“Oleh karena itu Pemerintah dalam program nawacitanya membangun 65 bendungan di seluruh wilayah Indonesia. Khusus untuk NTT, Presiden telah mencanangkan sejak 3 tahun yang lalu untuk membangun 7 bendungan,” sebut dia.

Dikatakan, hari ini kita melakukan pengisian awal bendungan Rotiklot dengan harapan setelah proses izin operasional balai sungai NTT selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Setelah ini akan diikuti jaringan irigasi pada tahun 2019 serta jaringan air baku-nya sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kebutuhan masyarakat.

Menurut Suprayogi, bendungan Rotiklot memiliki daya tampung total mencapai 3,30 juta m3 yang kegunaannya untuk multiguna antara lain irigasi seluas 150-an hektare, juga untuk 40 liter per detik air baku dan pengendalian banjir di sekitaran daerah tersebut. Selain itu dapat juga digunakan bagi pariwisata Belu dan perikanan.

“Kami titipkan bendungan ini untuk pemerintah daerah dan seluruh masyarakat untuk dapat dijaga kondisinya jangan sampai ada coret-coret atau pun kerusakan serta bagi Pemerintah juga dapat membantu pemeliharaannya supaya dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama”, pesan dia.

Wakil Gubernur NTT, Joseph Nai Soi mengatakan, NTT harus cepat bangkit dari keterpurukan infrastruktur. Hari ini kita mulai lakukan proses pengisian pasir dan puji seluruh proses pembangunan dari awal hingga akhir sukses dan harus ada out cam.

“Problem utama kita di NTT yakni air. Air bisa selesaikan masalah maka kesejahtraan masalah ekonomi dan lain akan meningkat. Jagalah waduk ini karena dengan waduk ini memberikan kehidupan. Jangan coret-coret, mari sama-sama memanfaatkan waduk ini untuk kepentingan kita semua,” pinta Joseph.

Wakil Bupati Belu, J. T Ose Luan dalam sekapur sirih menyampaikan no water no life. Karena itu disampaikan limpah terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas bantuan yang begitu besar berupa bendungan yang kegunaannya sangat berarti bagi masyarakat.

“Mewakili masyarakat Kabupaten Belu berterima kasih atas program Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang telah memberikan bantuan yang begitu besar,” ucap dua.

Camat Kakuluk Mesak, Yarsi Naisali usai giat menuturkan, keberadaan bendungan ini satu keinginan yang sangat besar dan mimpi masyarakat Kakuluk Mesak dimana bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat dapat memanfaatkan bendungan ini untuk memenuhi kebutuhan demi kesejahtraan, selain untuk sawah juga untuk perkebunan palawija,” kata Tarsi.

Turut hadir dalam giat itu, Pejabat Dirjen SDA Kementerian PUPR, Dandim 1605/Belu, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 408/SBH, Pimpinan Forkompinda plus Provinsi dan Kabupaten, Pimpinan OPD Provinsi dan Kabupaten, Pimpinan Organisasi Vertikal serta warga masyarakat setempat.

Untuk diketahui, peletakan batu pertama bendungan Rotiklot oleh Presiden Jokowi pada tanggal 15 Desember 2016 lalu dilanjutkan dengan pengerjaan oleh PT. Nindya Karya (Persero) dan PT. Universal Suryaprima (KSO) dengan nilai Kontrak Konstruksi Rp. 496.970.000.000.