Buser Polres Belu Ringkus Domi Pelaku Pembunuh Sadik

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kurang dari 24 jam Polisi berhasil meringkus Dominikus Nesi pelaku penikaman Sadik (47) hingga meninggal dunia di kebun Badut Mean, Rotiklot, Desa Fatuketi sekitar pukul 12.00 Wita, Rabu (12/12/2018) siang.

Penangkapan terhadap tersangka Dominikus alias Domi yang melarikan diri semalam usai menikam Sadik oleh anggota Unit Buser Polres Belu di pimpin langsung Kanit Buser, Aiptu Filomeno Soares.

Tersangka sempat diminta Siprianus Loe warga setempat yang juga sebagai RT untuk menyerahkan diri ke Polisi. Namun, tersangka menolak dan melempar pisau yang dipegangnya ke arah Siprianus.

“Saya tawar dia untuk serahkan diri baik-baik ke Polisi. Tapi dia tidak mau dan lempar saya pakai pisau kena lengan kiri saya,” tutur Siprianus.

Melihat Polisi datang, tersangka Domi langsung melarikan diri. Saling kejar-kejaran pun terjadi bahkan tembakan peringatan tidak diindahkan tersangka. Pelaku pun menyerah setelah timah panas tertancap di pergelangan kali kiri.

Tersangka Domi kepada media di ruang Reskrim mengatakan, dirinya nekat menghabisi korban lantaran korban sempat menyinggung dirinya. Dimana korban mengatakan bunuh saja dia buang ke WC.

“Dia bilang bunuh saja, disitu hanya kami dua saja. Dia masuk ke rumah katanya ma ambil parang. Saya juga ambil pisau pas di depan pintu rumah om Gab dia diam dan saya langsung tikam. Saya takut e karena dia bilang mau ambil parang, saya duluan tikam takut dia duluan,” kisah dia saat ditanya Kasat Reskrim.

Sementara pengakuan Gabriel Bauk dalam pemberitaan sebelumnya menuturkan, sebelum kejadian penikaman tersebut dirinya bersama Sadik baru selesai makan malam bersama di kediamannya.

Selesai itu Gabriel bersama Sadik sedang duduk santai sambil berbincang-bincang. Namun tidak lama Sadik mengatakan bahwa matanya mengantuk sehingga mau istrahat duluan.

“Saya dengan dia (Sadik) baru habis makan. Sekitar jam setengah tujuh kami dua sedang duduk cerita, tiba-tiba pelaku lompat masuk melewati kepala saya,” ujar dia.

Lanjut Bauk, saat itu Sadik tengah berbaring di atas tempat tidur dalam kamar. “Dia pelaku menarik Sadik dari atas tempat tidur dan langsung menikam pisau ke tubuh korban berkali-kali,” urai dia.

Melihat kejadian itu isteri Gabriel Bauk yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengan korban asal Madura langsung pingsan seketika.

“Isteri saya pingsan saat lihat pisau ditikam ke badan korban. Habis tikam pelaku langsung lari keluar rumah sambil membawa pisaunya,” ujar dia.

Sadik (47) warga Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu tewas bersimbah darah setelah ditikam di bagian dada dan pinggang DN (30) salah seorang warga setempat.

Kejadian penikaman hingga menewaskan Sadik terjadi pada Selasa malam (11/12/2018) sekitar pukul 18.30 Wita di kediaman Gabriel Bauk di Dusun Ainiba, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste.