Wakil Menteri Luar Negeri Tutup Bali Democracy Forum, Pengamanan Tetap Jalan

Bagikan Artikel ini

Denpasar, NTTOnlinenow.com – Farum setingkat Menteri Luar Negeri Asia Fasifik yang di gelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, Bali pada hari ini Jumat (7/12) secara resmi ditutup oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Abdurrahman Mohammad Fachir.

Banyak hal yang telah dibahas dalam forum tersebut terkait dengan demokrasi yang inklusif dalam upaya untuk menyatukan dan memberdayakan masyarakat dalam mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan dan untuk mencapai demokrasi yang inklusif juga tidak terlepas dengan adanya partisipasi dari semua pemangku kepentingan khususnya dari sektor swasta, kelompok milenial (pemuda) dan perempuan untuk mewujudkan demokrasi yang inklusif.

Disamping itu saat ini forum juga telah mengalami transpormasi bukan hanya menjadi suatu wadah untuk membangun jaringan kerjasama antar negara-negara di kawasan Asia Fasifik untuk mendapatkan manfaat dari demokrasi, namun BDF juga sudah memperluas jangkauannya ke berbagai kawasan lainnya, hal ini mencerminkan adanya pengakuan dunia internasional terhadap relevansi dan kontribusi BDF terhadap peningkatan dialog dan kerjasama global dalam upaya memperkuat demokrasi.

Disisi lain meskipun BDF sudah ditutup secara resmi namun terkait dengan pengamanan masih tetap jalan, hal ini disampaikan oleh Kapendam IX/Udayana, Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P, di Posko Satgas Pengamanan BDF Nusa Dua, Bali.

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan keamanan kepada para delegasi dari berbagai negara yang masih berada di wilayah Pulau Dewata ini untuk menikmati keindahan objek wisata yang ada di Bali, oleh karena itu pengamanan masih tetap jalan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para delegasi yang masih berwisata di Bali sampai mereka kembali ke negaranya masing-masing, demikian papar Kapendam.(*)