Warga Perbatasan Belu Serahkan Senpi ke Satgas Yonif R 408/SBH

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Warga Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu menyerahkan senjata api (senpi) jenis springfield kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 408/SBH.

Demikian dibenarkan Dantsagas Yonif R 408/SBH, Mayor Inf Joni Eko Prasetyo usai kegiatan komsos Satgas bersama tokoh masyarakat dan pers di Mako Satgas, Umanen, Selasa (4/12/2018).

Eko membenarkan, satu pucuk senpi springfield diserahkan secara sukarela oleh FM warga Silawan kepada Anggota di pos Samar yang terima oleh Danpos Lettu Inf Andi Milzam.

“Senpi diserahkan secara sukarela ke Anggota Pos Damar, karena warga merasa ada kedekatan. Sehingga ada rasa percaya bahwa masyarakat tidak perlu menyimpan barang itu,” ujar dia.

Dituturkan, penyerahan benda larangan tersebut sebagai wujud simpati masyarakat terhadap keberadaan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/SBH. Selain itu adanya kepercayaan dan perhatian warga kepada TNI dalam menjaga serta mengawal wilayah perbatasan.

“Selain kegiatan dalam pengamanan operasi perbatasan tentunya menarik senjata illegal yang ada di masyarakat. Sehingga tidak ada rasa was-was lagi dan percayakan kepada kami TNI dan Polri,” ujar dia.

Jelas Eko, disamping mempunyai tujuan menjaga stabilitas keamanan dan mempertahankan kedaulatan wilayah NKRI di perbatasan, Satgas Yonif Raider 408/Sbh juga melakukan kegiatan – kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Seperti bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat, memberikan pengobatan keliling, menjadi tenaga pendidik pembantu di sekolah-sekolah serta melakukan kegiatan karya bhakti bersama dengan masyarakat.

“Sehingga terjalin ikatan batin yang kuat serta hubungan yang humanis antara warga masyarakat dengan prajurit TNI di daerah perbatasan,” ucap Eko.

Dihimbau kepada seluruh personel Satgas Yonif R 408/SBH selama melaksanakan tugas pengamanan operasi di daerah perbatasan Belu dan Timor Leste agar selalu berbuat yang terbaik kepada masyarakat dan bersama membangun negeri Indonesia dari tepian perbatasan Belu.