Warga TTU Dapat Sosialisasi Pembuatan Pakan Ternak Berbasis Bahan Lokal dan Inseminasi Buatan

Spread the love

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Anggota Komisi VII DPR RI Ferry Kase bersama Ristekditik menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar sosialisasi dan diseminasi pembuatan pakan ternak berbasis bahan lokal dan inseminasi buatan.

Acara sosialisasi dan diseminasi tersebut digelar, Jumat (15/11/2018) lalu bagi warga di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste.

Demikian ungkap Ferry Kase dalam keterangan persnya yang diterima wartawan NTTOnline, Kamis (22/11) malam di Atambua.

Ferry menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Ristekdikti dan LIPI atas kesediannya menjalin kerja sama dalam kegiatan sosialisasi dan diseminasi pembuatan pakan ternak berbasis bahan lokal dan inseminasi buatan bagi warga di TTU.

Dia mengatakan bahwa, saat ini dalam rangka memenuhi kebutuhan daging nasional serta mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Dibutuhkan sapi-sapi unggul yang tentunya membutuhkan pakan ternak yang menjadi asupan gizi bagi sapi-sapi unggul itu.

Dituturkan, salah satu masalah yang kita hadapi yakni penyediaan pakannya. Semua jenis ternak butuh pakan ternak yang cukup besar dengan biaya yang besar pula.

“Pada saat musim tanam, peternak mengalami kesulitan untuk penuhi pakan ternaknya. Oleh karena itu kita membutuhkan teknologi yang mampu mengatasi masalah ini,” ujar Ferry.

Tujuan diadakannya sosialisasi dan diseminasi pengolahan pakan ternak dari bahan lokal adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam membuat pakan ternak yang berkualitas.

“Supaya menghasilkan daging yang berkualitas baik, sehingga bisa dibuat menjadi berbagai olahan daging lainnya,” terang dia.

Sementara kaitan dengan dilakukan Inseminasi Buatan, Ferry berharap dapat memperbaiki kualitas sapi melalui mutu genetika ternak. Dengan adanya IB pada sapi lokal dapat menghasilkan anak sapi yang unggul.

Disamping itu lanjut dia, IB juga meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur, efisiensi biaya dan waktu dengan tidak perlu memelihara pejantan dan mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding).

“Potensi yang besar pada peternak yakni, rakyat sebagai lumbung ternak harus terus dioptimalkan produktivitasnya salah satunya dengan cara IB,” akhir Ferry.