LanjutanTest SKB Tunggu Petunjuk Dari BKN

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – lanjutan test Standar Kompetensi Bidang (SKB) untuk penerimaan calon pegawai negeri sipil tahun 2018 masih menunggu jadwal dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Hal ini dilungkapkan, Plt Kepala Badan kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, Ade Manafe kepada wartawan di Balai Kota Kupang Kamis (22/11/2018).

Menurut Ade, sampai saat ini pihak BKPPD masih menunggu instruksi dari BKN, terkait jadwal SKB karena masih menunggu juknis tentang perengkingan. “Kami masih menunggu juknis perengkingan, bagaimana aturan dan petunjuknya, selanjutnya baru kami akan umumkan,” ujarnya.

Dia mengatakan, setelah turun juknis perengkingan, maka bisa dilakukan perengkingan selanjutnya baru bisa mendapatkan jadwal untuk tes SKB. Rencananya akan diturunkan pada pekan depan, jadi prinsipnya semua daerah masih menunggu.

Sementara itu, Sekretaris BKPPD Kota Kupang, Poulce Amalo mengatakan, yang lulus passing grade Kota Kupang totalnya ada 85 peserta. Sebelumnya diumumkan bahwa hanya ada 84 peserta, tetapi setelah diteliti, ada satu dokter spesialis yang lulus jadi totalnya ada 85 peserta yang lolos.

“Karena cara perhitungan untuk dokter spesialis ini berbeda, sehinggaa kami keliru, dan ternyata ada satu yang lulus,” ujarnya. Poulce menjelaskan, dilihat dari jumlah peserta yang lulus, tentu tidak memenuhi kuota yang didapatkan Kota Kupang yaitu sebanyak 259 orang. Sehingga dengan adanya kebijakan perengkingan, diharapkan akan membantu para peserta yang tidak lulus Passing Grade.

“Untuk petunjuk perengkingan, kami masih menunggu instruksi dari pusat, dijadwalkan akan dikeluarkan pekan depan, semua kabupaten kota se-Indonesia juga sudah mengusulkan untuk perengkingan, pasalnya hampir di semua daerah banyak yang tidak memenuhi kuota yang diberikan,” kata Poulce.

Di Kota Kupang sendiri, yang lulus hanya 85 peserta, terdiri dari 24 tenaga guru, sementara teknis dan kesehatan sebanyak 61 orang. Diantaranya, asisten apoteker terampil sebanyak dua orang, bidan terampil 23 orang dokter ahli pratama lima orang, dokter spesialis bedah pratama satu orang, perawat ahli pratama satu orang, perawat terampil sepuluh orang, analisis insfrastruktur 11 orang, analisis kepegawaian ahli pratama satu orang, analisis kinerja tiga orang, analisis pembangunan tiga orang, analisis lingkungan hidup satu orang, dan pegelolaan kepegawaian dua orang, ahli computer pratama satu orang.

“Jadi nanti saat tes SKB, kami rencananya akan menggunakan SKO Flobamora atau Politeknis Negeri Kupang, kami masih menunggu instruksi saja, jika semuanya sudah ada petunjuk, maka tentunya akan segera diumumkan,” terangnya.