Klasis Belu Gelar Lomba Pesparawi Par Tahun 2018

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Klasis Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste menggelar lomba Pesparawi Par (Pesta Paduan Suara Gerejawi Persatuan Anak dan Remaja) tingkat Klasis Belu tahun 2018.

Kegiatan lomba Pesparawi Par berlangsung di Gereja Masehi Injili Di Timor Jemaat Ebenhaezar Lakafehan Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu sebagai tuan rumah, Selasa (20/11/2018).

Kegiatan lomba Pesparawi Par diikuti sebanyak 13 peserta dari Belu dan Malaka antara lain, Par Jemaat Betun, Atapupu, Maktihan, Motaulun, Kamanasa, Asu’ulun, Kotafoun, Lakafehan, Bautasik, Polycarpus I, Kota Baru, Polycarpus II dan Par Jemaat Hoineno.

Adapun hasil penilaian tim juri Theodorus Kiik, Hubertus Bau dan Lusia Bete Saka, juara I lomba Pesparawi Par tingkat Klasis Belu diraih Par Jemaat Polycarpus. Juara II Par Polycarpus I, juara III Par Bautasik.

Sementara posisi juara IV lomba Pesparawi Par ditempati Par Jemaat Lakafehan, juara V Par Jemaat Kamanasa dan juara VI Par Jemaat Asu’ulun.

Ketua Klasis Belu Pendeta Amos Tangpen dalam sambutan mengemukakan, jangan berpikiran untuk menang atau kalah dalam perlombaan Pesparawi Par ini. Sebab tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memuji nama Tuhan.

“Memang dalam even perlombaan pasti akan ada yang keluar sebagai juara. Bagi yang juara itu merupakan suatu penghargaan dan yang paling penting anak-anak dan remaja memberikan yang terbaik dalam memuji nama Tuhan,” ujar Pendeta Amos.

Dijelaskan bahwa, terselenggaranya kegiatan lomba Pesparawi Par ini merupakan salah satu cara Gereja untuk mendidik anak-anak, membina dan membimbing mereka untuk lebih dekat lagi kepada Tuhan.

“Kegiatan lomba Pesparawi Par kali ini sangat luar biasa meriahnya. Ini semua karena Tuhan beserta kita hingga kegiatan ini boleh terselenggara dengan baik terhitung mulai dari kemarin hingga hari ini,” ucap dia.

Kesempatan itu Pendeta Anis menyampaikan terimakasih kepada Gereja Ebenhaezar Lakafehan Selaku tuan rumah yang telah mempersiapkan, menerima dan menjamu para peserta lomba.

“Semua peserta telah menampilkan yang terbaik. Terbaik untuk menang dan tentunya terbaik untuk memuji Tuhan,” kata dia.

“Apapun hasilnya bukan soal menang atau kalah tetapi semua itu demi kemuliaan nama Tuhan,” sambung Pendeta Amos.

Untuk diketahui, turut hadir dalam lomba Pesparawi Par tersebut, Sekretaris Klasis Belu Melky Takoy, Para Pendeta Gereja Tingkat Klasis Belu, Para Pengurus Klasis Belu, Para peserta lomba Pesparawi serta warga masyarakat Jemaat peserta lomba.