Satgas Sektor Timur Yonif 743/PSY Musnahkan BB Illegal

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur Yonif 743/PSY musnahkan sejumlah barang bukti illegal diakhir purna tugas, Jumat (16/11/2018).

Barang bukti yang dimusnakan itu antara lain sebanyak 6 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin 925 liter, solar 1.040 liter dan minyak tanah (mitan) 4.145 liter, ratusan bungkus tembakau sek rokok serta jenis barang lainnya.

Sejumlah barang bukti illegal yang diamankan kurang lebih 10 bulan bertugas sejak bulan Januari dimusnahkan dengan cara dibakar di lapangan samping Mako Satgas, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Timor Barat.

Pemusnahan sejumlah barang bukti dilakukan langsung oleh Dansatgas Yonif 743/PSY, Kasdim 1605/Belu, Pejabat Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, Pejabat BNPP serta dihadiri Camat Atambua Barat, Pihak Polres Belu serta undangan lainnya.

Dansatgas Pamtas Yonif 743/PSY, Mayor (Inf) I Putu Tangkas Wiratawan kepada media usai giat mengatakan, hari ini Satgas melakukan kegiatan pemusnahan hasil penyelundupan yang kita lakukan kurang lebih 10 bulan bertugas di wilayah perbatasan Belu-Timor Leste.

Dijelaskan, adapun tujuan yang dilakukan Satgas ini adalah untuk memberikan efek jera bagi masyarakat ataupun bagi oknum-oknum yang saat ini senantiasa terus melakukan kegiatan yang intinya illegal atau melanggar hukum.

Satgas Pamtas Musnakan Barang Bukti Jelang akhir Masa Tugas

Salah satu tugas pokok Satgas yakni, selain kami menjaga wilayah perbatasan, kami juga mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran lintas batas illegal, maupun penyelundupan illegal.

“Yang dimusnahkan hari ini hasil yang kami amankan BBM sekitar 6 ton juga beberapa barang lainnya seperti tembakau sek rokok yang siap diselundupkan,” ujar dia.

Tambah Putu, selama pelaksanaan tugas operasi pengamanan wilayah batas, Satgas juga melakukan komunikasi sosial (komsos) dan dari hasil komsos banyak masyarakat dengan sukarela menyerahkan senjata api, amunisi dan peledak ke Satgas.

“Masyarakat sukarela serahkan senpi ke kita 110 puncuk baik organik maupun rakitan. Sedangkan amunisi ada sebanyak 790 biji serta beberapa granat aktif hasil komsos Satgas ke masyarakat,” ucap dia.

Kesempatan itu dihimbaukan kepada seluruh masyarakat perbatasan agar masyarakat bisa sadar bahwa kegiatan illegal itu melanggar hukum karena itu batas negara bukan Kabupaten. Hal itu bisa membuat masyarakat terjerat dengan hukum.

“Kalau masih ada masyarakat yang menyimpan senjata api atau bahan peledak itu melanggar Undang-Undang atau hukum. Kapanpun masyarakat bisa serahkan ke Satgas yang baru atau Kodim maupun Polres,” pinta Putu.