TMMD Momen Jadikan Diri TNI Bagian Dari Solusi dan Motivasi Bagi Rakyat

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Jadikanlah momen kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ini sebagai pelajaran dan pengalaman tentang bagaimana menjadikan diri kita sebagai bagian dari solusi dan pendorong motivasi bagi rakyat. Karena TNI AD lahir dari rakyat dan mengabdi untuk rakyat.

Demikian amanat Kepala Staf Angkatan Darat Selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD Ke-103 Tahun 2018 yang dibacakan Danlantamal VII/Kupang Brigjen TNI Kasirun Situmorang selaku Inspektur Upacara pada penutupan TMMD Kodim 1605/Belu di lapangan Tiolaran, Desa Suai, Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste, Selasa (13/11/2018).

Dikatakan, dalam setiap kegiatan TMMD ini, kita dapat menyaksikan semangat kebersamaan serta gotong royong yang terpancar
di setiap wajah sekaligus cucuran keringat masyarakat dan aparat yang bersama-sama bekerja di lapangan.

“Hal ini menjadi refleksi kekuatan yang sangat besar dari segenap komponen Bangsa,yang memiliki visi, misi dan tujuan bersama guna mengatasi berbagai persoalan pembangunan serta problematika kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.

Jelas Situmorang, semangat kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, yang merupakan roh perjuangan Bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara. Kemanunggalan ini merupakan aktualisasi peran TNI dalam mewujudkan seluruh potensi wilayah dan masyarakat sebagai pendorong kemajuan Bangsa, yang
bermuara pada terbentuknya kekuatan pertahanan nasional yang kokoh.

“Saya selaku penanggungjawab operasional (PJO) TMMD, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para Gubernur, Bupati, Walikota, instansi Kementerian terkait dan khususnya kepada seluruh masyarakat, yang telah bahu-membahu bersama prajurit TNI, mewujudkan pembangunan daerah yang menjadi sasaran pelaksanaan TMMD ke-103 ini,” kata dia.

Pelaksanaan kegiatan TMMD kali ini mengangkat tema “TNI Manunggal Rakyat dalam Mewujudkan Desa yang Maju, Sejahtera dan Demokratis.” Tema ini sejalan dengan visi Pemerintah Pusat melalui kebijakan membangun Indonesia dari pinggiran.

“Kebijakan ini memberikan kesempatan untuk membantu daerah-daerah yang belum tersentuh pembangunan secara merata, sekaligus sebagai momentum untuk menggelorakan kembali semangat gotong-royong serta memantapkan apa yang saya sebut sebagai Imunitas Bangsa,” ucap dia.

Lanjut Danlantamal VII/Kupang itu, bahwa konsep Imunitas Bangsa pada dasarnya merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan TNI dalam memandang persoalan sosial, yang berakar dari perubahan sikap hidup dan pudarnya nilai-nilai luhur budaya Bangsa. Seperti semangat untuk bersatu, menghormati perbedaan, pantang menyerah dan rela berkorban.

Konsep pemikiran ini merupakan salah satu jawaban atas kondisi Bangsa kita yang semakin rentan akan pengaruh buruk modernisasi dan globalisasi, sehingga lebih mementingkan pembangunan fisik dan melupakan bahwa pembangunan nilai juga sama pentingnya, bahkan merupakan kunci kemajuan budaya suatu Bangsa di tengah kompetisi global dewasa ini.

Guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan, TNI bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri juga telah memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada aparat-aparat desa, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola Dana Desa.

“Hal itu menjadi bagian dari pembangunan non-fisik, yang juga diwujudkan melalui penyuluhan kesehatan, metode bertani dan beternak modern, sosialisasi hukum, bahaya Narkoba, maupun kesadaran Bela Negara,” ungkap dia.

Tutur Situmorang, disamping sasaran pembangunan fisik dan non fisik itu, pelaksanaan TMMD ini juga membawa misi khusus yaitu untuk menyatukan perbedaan dalam masyarakat guna mencegah potensi perpecahan dan berkembangnya intoleransi, serta menumbuhkan kedekatan antara rakyat dengan prajurit TNI.

“Karena itulah, bagi prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD ini saya wajibkan untuk tidur dan makan di rumah masyarakat, dengan memanfaatkan ULP prajurit yang diberikan oleh Komando Atas,” pinta dia.

Diakhir amanat, dia berpesan khususnya Anggota Satgas TMMD dan segenap masyarakat agar pertahankan kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat yang telah kita rasakan selama kegiatan TMMD ini. Tingkatkan semangat untuk bekerja dan membangun bersama, sebagai realisasi semangat gotong royong yang merupakan warisan asli bangsa kita.

Selanjutnya peliharalah hasil-hasil program TMMD ke-103 ini dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan seluruh warga masyarakat dan teruslah membangun, mengembangkan potensi Desa masing-masing, serta jadikan diri kita sebagai agen-agen pembangunan yang menyebarkan energi positif bagi lingkungan sekitar kita untuk mau belajar dan memajukan desa dan wilayahnya.

Turut hadir dalam penutupan TMMD itu, Brigadir Jenderal TNI Nisan Setiadi, Kasrem 161/Ws Kupang Kolonel Czi Aji Jaya Bersama Ibu, Asisten I Setda Malaka, As Ops Lantamal VII/Kupang, Analisis Senior Pusat Krisis Kemenkes RI, Administrator Kesehatan Kemenkes RI, Pimpinan OPD Kabupaten Malaka, Wakapolres Belu, Para Perwira Staf dan Danramil jajaran Kodim 1605/Belu, Para Kapolsek, Camat, Kades se-Kabupaten Malaka, seluruh masyarakat, pelajar serta personel TNI/Polri sebagai peserta upacara.