Dinilai Tak Berkeadilan, KNASN Minta UU ASN Segera Direvisi

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlonenow.com – UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai sangat tidak berkeadilan bagi para honorer, kontrak, PTT, dan pegawai tetap non PNS. Karena itu, langkah tepat yang harus diambil adalah segera melakukan revisi terhadap UU tersebut, terutama pada pasal 131 (huruf a).

Ketua Umum Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (KNASN), Mariana sampaikan ini pada acara pelantikan dan ikrar Tim Alpha serta Konsolidasi Akbar dan pelantikan pengurus KNASN DPW NTT di Kupang, Selasa (6/11/2018).

Mariana menegaskan, prinsipnya para tenaga honorer harus diangkat menjadi PNS, bukan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebagaimana yang diwacanakan selama ini.

“Dalam revisi itu, kita menolak pengangkatan melalui testing tapi diangkat menjadi PNS secara langsung hanya dengan verifikasi dan validasi data,” tegas Mariana.

Ketua Nasional Tim Alpha yang juga pembina KNASN, Rieke Diah Pitaloka mengatakan, Tim Alpha dan KNASN berkomitmen untuk memperjuangkan para tenaga honorer, kontrak, pegawai tidak tetap (PTT), dan pegawai tetap non PNS untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Rieke Pitaloka mengatakan, memperjuangkan nasib tenaga honorer, kontrak, PTT dan pegawai tetap non PNS bukan asal janji, tapi menjadi komitmen perjuangan.

Mengingat Tim Alpha ini digagas oleh PDI perjuangan (PDIP), maka langkah pertama yang diambil adalah menginstruksikan secara resmi kepada semua fraksi PDIP, baik provinsi maupun kabupaten/kota di NTT untuk memperjuangkan status kerja dan jaminan sosial bagi para honorer, kontrak, PTT dan pegawai tetap non PNS.

“Kita berkomitmen untuk secara bertahap memperjuangkan nasib para honorer, kontrak, PTT dan pegawai tetap non PNS untuk diangkat menjadi PNS,” kata Rieke Pitaloka.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan NTT, Frans Lebu Raya menyatakan, mengurus negara tidak boleh hanya dengan mengedepankan prinsip ekonomi. Tapi prinsip keadilan dan kesejahteraan sangat dibutuhkan. Karena hal ini terkait dengan keutuhan bangsa dan negara dalam bingkai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Tim Alpa selain bertugas untuk memperjuangkan aspirasi tenaga honorer, kontrak, PTT dan pegawai tetap non PNS, juga berjuang untuk kemenangan Jokowi- Amin pada pilpres 2019 mendatang.

Ketua Alpha NTT, Johanes Mase mengatakan, selama ini perjuangan para honorer, kontrak, PTT dan pegawai pemerintah non PNS untuk diangkat menjadi PNS dilakukan secara sendiri- sendiri. Kini semua perjuangan itu telah bergabung dalam Tim Alpha.

“Para peserta yang hadir pada kesempatan ini sangat menaruh harapan untuk diangkat menjadi PNS, karena yang diperjuangkan ini bukan saja untuk pribadi mereka, tapi untuk kepentingan dan kesejahteraan keluarga. Bila dibutuhkan, Tim Alpha NTT akan ke Jakarta untuk berjuang di tingkat nasional,” paparnya.