Jokowi Jajal MRT, Indonesia Melakukan Quantum Leap Menuju Peradaban Baru

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Presiden Joko Widodo pagi ini Selasa (6/11/2018) meninjau langsung perekembangan pembangunan Kareta Mass Rapid Transit (MRT). Jajal Kareta MRT dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo Indonesia melakukan quantum leap menuju peradapan baru.

Rombongan berangkat dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia. Kareta ini melalui jalur bawah tanah, melewati stasiun-stasiun lalu muncul di permukaan tanah di Stasiun Senayan dan kemudian melalui jalur layang sampai ke Depo MRT Lebak Bulu. Perjalanan sepanjang 16 kilometer itu ditempuh kurang lebih 30 menit.

“Saya telah menjajal langsung Kareta Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta. Karetanya nyaman dan gerbongnya tidak berisik, kendati melajunya dengan kecepatan 60 kilometer per jam”, tutur Jokowi.

Proyek ini diperkirakan selesai pada Maret 2019 dan selanjutnya pembangunan MRT ini akan berlanjut ke tahap kedua dari Bundaran HI hingga Ancol, Jakarta Utara. Selain itu pemerintah berharap MRT ini terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti LRT, Kareta Bandara, Transjakarta, Kopaja dan Angkutan Kota lainnya.

Proyek pembangunan MRT Jakarta adalah ikhtiar kita untuk mengurangi kemacetan di ibukota, sekaligus mengurangi penggunaan mobil-mobil pribadi di Jabodetabek. Kereta Mass Rapid Transit (MRT) akan dikenakan tarif berkisar Rp8.000-Rp9.000, lanjut Joko Widodo.

Jokowi menyatakan tingkat penyelesaian proyek MRT saat ini sudh 97% dan diharapkan dapat beroperasi pada Maret 2019. “Proyek ini telah selesai 97%. Kurang hanya 3%. Kita harapkan nantinya pada Maret 2019 sudah mulai operasional,” kata Jokowi.

Seusai menjajal kereta MRT, Presiden menyampaikan bahwa dengan terintegrasinya angkutan umum tersebut, ditambah kebijakan lain seperti electronic road pricing(ERP), Presiden berharap kemacetan lalu lintas dapat berkurang. Di samping itu, penggunaan mobil pribadi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi juga dapat berkurang

Dalam kesempatan itu, Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dan sejumlah pimpinan redaksi media baik cetak dan elektronik.