Penerimaan Kartu Ujian CPNS Di Manggarai Ricuh

Laporan Alvaro Saputra Martin
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Penerimaan kartu ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Manggrai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) berujung ricuh. Kericuhan itu diduga bermula dari pelayanan pihak panitia pembagian kartu CPNS yang terkesan lamban dan diskriminatif.

Total 5783 peserta CPNS yang lolos seleksi berkas di kabupaten Manggarai dan dipastikan mengikuti ujian tahun ini.

Sejak pagi hingga malam, dibawah panas teriknya matahari, Kamis 1 Nopember 2018 ribuan para peserta CPNS itu berkumpul di kantor BKPP Manggarai dan GOR milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai untuk menerima kartu ujian CPNS yang dibagikan oleh panitia.

Walau panas teriknya matahari siang itu, antrian panjang dan berdesakan ternyata tak menyurutkan semangat ribuan para peserta CPNS itu untuk tetap bertahan dari pagi hingga malam hanya untuk menunggu giliran penerimaan kartu ujian CPNS yang akan dibagikan oleh panitia.

Namun sayangnya, semangat para peserta itu akhirnya berujung dengan kekecewaan karena kericuhan yang tak terhindarkan.

Panitia lamban, Peserta CPNS mengamok dan merusaki sejumlah fasilitas.

Diduga lambannya pelayanan panitia sebabkan ribuan para peserta CPNS itu marah dan mengamok. Kericuhan makin tak terhindarkan dan peserta CPNS berteriak sambil melempari panitia dengan botol air mineral kemasan serta merusaki tenda (terop), zink, kursi plastik dan sejumlah meja biro panitia.

Tak hanya itu, mereka juga berhasil menerobos masuk GOR (loket panitia), namun seluruh panitia CPNS tidak berada di tempat.

Diduga ada kecurangan proses

Ano, salah seorang peserta CPNS itu kepada wartawan mengatakan, siestem panitian penerimaan CPNS di Kabupaten Manggarai kurang matang karena tidak melibatkan pihak keamanan sehingga antriannya tidak beraturan yang menyebabkan peserta lambat sampai diloket penerimaan kartu ujian.

Ano sendiri mengaku memiliki nomor antrian mudah 369. Ia mengantri sejak pagi hingga malam belum mendapatkan kartu ujian tersebut karena tak bisa melewati antrian panjang.

5783 peserta tes CPNS antre kartu ujian di Ruteng

Para peserta CPNS juga mempertanyakan pihak panitia terkait kerahasiaan password. Mereka menuding pihak panitia CPNS bermain curang karena pasword milik mereka diduga telah diketahui oleh pantia sehingga tidak bersifat rahasia lagi.

Password itukan milik pribadi. Sangat rahasia. Tidak boleh diketahui oleh orang lain, tetapi mengapa panitia mengetahuinya, pungkas ujar peserta CPNS itu penuh kesal.“Inikan daftar online berarti kami berhubungan dengan satelit bukan manual. Paswordnya hanya kami sendiri yang tahu bukan panitia. Kami menduga disini ada kecurangan. Tingkat kecurangannya tinggi sekali,” tegas Ano dan kawan-kawannya.

Selain itu mereka juga mempertanyakan alasan panitia ujian yang tidak memberikan kesempatan peserta CPNS sendiri yang mencetak kartu ujian tersebut sambil membandingkan proses di tempat lainnya.

“Kenapa kita di Manggarai kartu ujian ini diprint oleh panitia. Mengapa tidak seperti di Manggarai Timur dan Manggarai Barat, kartu itu diprint sendiri oleh peserta CPNS,” tanya Ano salah seorang peserta CPNS.

Kericuhan mulai meredam saat Wakil Bupati Manggarai, Viktor Madur mendatangi lokasi dan berusaha menenangkan situasi.

Viktor Madur meminta seluruh peserta CPNS untuk bertahan diri dan tidak melakukan hal yang tidak diinginkan. Viktor, juga berjanji bahwa seluruh peserta yang telah lolos seleksi administrasi dipastikan akan mendapatkan kartu ujian CPNS tahun ini.

Hingga larut malam para peserta masih bertahan di lokasi

Sejumlah aparat kepolisian Polres Manggarai dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan situasi.

Walaupun dengan penuh kekesalan, para peserta CPNS mulai membubarkan diri satu persatu pada tengah malam.

Penerimaan Kartu Ujian CPNS Di Manggarai Ricuh

Penerimaan kartu peserta ujian CPNS berlangsung hingga, Sabtu (3/10) mendatang.

Sekda Manggarai membantah ada kericuhan dan kecurangan

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Manseltus Mitak, S.H membantah jika ada kericuhan.

“Pertama Saya memaklumi karena peserta sudah terlalu lama menunggu. Sementara kami melayani 5783 peserta. Karena tidak sabar akhirnya bersesakan tidak tunggu diatur. Sehingga seolah-olah terjadi kericuhan. Dan itu sudah resiko kalau kita ngumpul ribuan orang pada satu titik. Saya masih bersyukur bahwa dengan kerumunan hari ini masih terkendali dan tidak mengganggu proses, sehingga proses ini masih tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Panitia dituding curangi password peserta CPNS

Mitak juga membantah tudingan peserta CPNS terkait kecurangan password peserta. “Masa bagi kartu curang. Apanya yang dicurangi. Kan bagi kartu,” ungkapnya.

Terkait password peserta CPNS, BKD memiliki petugas admin khusus dan memiliki kewenangan sesuai dengan penetapan dari BKN.

“BKD, Saya punya petugas admin disini. Dia print. Dia juga punya kewenangan sesuai dengan penetapan dari BKN,” jelas Mitak.

Soal kartu dicetak oleh panitia

Menurutnya, ini tergantung pembagiannya. “Kesepakatan kita untuk kabupaten Manggarai dicetak oleh admin kita disini. Dan itu mau membantu peserta. Karena cetaknya harus warna. Printnya harus warna. Cetaknya online. Kalau disinikan jaringannya tersedia. Para peserta mestinya harus bersyukur karena pemerintah menyiapkan sampai kartu ujiannya,” terangnya.

Pelayanan panitia lamban

Sedangkan terkait lambannya pelayanan panitia, Mitak, mengamininya. Hal itu dikarena jumlah panitia yang tidak sebanding dengan jumlah peserta CPNS.

“Ya silahkan. Kitakan melayani ribuan peserta. Sementara panitia sendiri jumlahnya sedikit,” tutupnya.