Sejumlah Pelajar di Manggarai Terlibat Tawuran

Laporan Alvaro Saputra Marthin
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Sejumlah pelajar di 3 (Tiga) Sekolah di Ruteng, kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) terlibat tawuran pada jam pelajaran tengah berlangsung.

Ketiga sekolah itu adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Kusuma Ruteng, Sekolah Menengah Atas (SMA) Bintang Timur Ruteng dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sadar Wisata Ruteng.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari sumber terpercaya menyebutkan, bahwa masalah itu bermula dari postingan ‘faceboook’ antara pelajar SMK Bina Kusuma Ruteng dengan SMK Sadar Wisata Ruteng pada hari sebelumnya yang kemudian berujung pada pertikaian atau tawuran.

Seorang guru SMK Sadar Wisata yang enggan dimediakan namanya kepada wartawan mengaku bahwa akhibat ulah sejumlah pelajar itu aktivitas pendidikan di sekolahnya menjadi terganggu.

Kasus ini merupakan kelanjutan dari kasus sehari sebelumnya, Selasa 30 Oktober 2018. Dimana sejumlah siswa SMK Bina Kusuma Ruteng tiba-tiba mendatangi SMK Sadar Wisata untuk melakukan penyerangan. Namun ulah sejumlah siswa itu langsung diredam oleh para guru-guru saat itu. Dan sejumlah siswa itu diamankan dan dibawah ke Polres Manggarai.

“Ya, tentu ini sangat mengganggu proses KBM kami. Anak-anak kami ini akhirnya tidak konsentrasi karena terganggu dengan kejadian ini. Kita pikir masalah ini sudah selesai kemarin. Karena kemarin itu mereka datang serang kesini, tetapi kita langsung selesaikan dan amankan mereka di ruangan guru sebelum dibawah ke Polres. Tetapi hari ini ternyata mereka kembali datang menyerang lagi,” ungkap guru itu penuh kesal.

Kepada aparat kepolisian Ia berharap, agar serius menangani kasus ini sehingga tidak meluas atau berkepanjangan, situasi kembali kondusif dan aktivitas KMB juga kembali normal.

Kali ini, Selasa, 31 Oktober 2018, sekitar pukul 10.00 wita, dengan peralatan batu dan kayu (pentungan), sejumlah pelajar dari SMK Bina Kusuma bersama sejumlah pelajar dari SMA Bintang Timur kembali mendatangi SMK Sadar Wisata untuk menyerang para siswa yang tengah mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah itu.

Asisten Kurikulum SMK Sadar Wisata Ruteng, Prisco Sancarlos Bajo kepada wartawan menuturkan kronologis kejadiannya, Rabu 31 Oktober 2018 sekitar pukul 10.00 wita, Ia bersama sejumlah siswanya usai mengikuti pendidikan praktek olahraga di pelataran Gereja Katedral Ruteng. Namun setibanya mereka di perempatan sebelum memasuki gerbang sekolah, sejumlah pelajar dari SMK Bina Kusuma Ruteng tengah berkumpul di perempatan itu dan hendak melakukan penyerangan terhadap siswa SMK Sadar Wisata.

“Kami baru pulang praktek olahraga di Katedral. Setibanya kami diperempatan dekat SMIP, tiba-tiba anak-anak saya diserang. Kita tidak terima dan melakukan perlawanan. Satu orang ini berhasil kita kejar, ditangannya memegang batu dan kita amankan. Karena massa di sekolah sudah tak terbendung lagi, terpaksa kita bawah dia ke Polres Manggarai untuk diamankan. Saya tidak bisa pastikan berapa jumlahnya, tetapi saya melihat cukup banyak dan mereka masing-masing memegang batu dan kayu,” tutur Prisco.

Tak terima diserang, para guru bersama sejumlah pelajar SMK Sadar Wisata Ruteng yang terlanjur marah atas ulah dari sejumlah pelajar itu langsung berhamburan keluar ruangan dan berusaha melakukan perlawanan dan mengejar sejumlah pelajar dari dua sekolah tersebut.

Alhasil, seorang pelajar SMK Bina Kusuma Ruteng berinisial YPK yang tengah menduduki bangku kelas 3 (Tiga) jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) berhasil di tangkap dan dihajar massa.

Massa yang terlanjur geram dan marah atas ulah sejumlah pelajar itu terlihat begitu beringas, mereka melakukan pemukulan dan menendang pelajar tersebut.

Beruntung nasibnya selamat dari amukan massa.

Rupanya keberuntungan itu masih berpihak padanya, berkat sejumlah guru yang berusaha menyelamatkannya dari amukan massa. Walau akhirnya pelajar itu tetap mendapat bogem mentah bertubi-tubi dari massa ketika itu. Para guru-guru terlihat begitu kewalahan mengamankan pelajar itu dari amukan massa.

Untuk menghindari hal yang paling buruk, terpaksa pihak sekolah melarikannya ke Polres Manggarai untuk diamankan dan interogasi polisi.

Selain YPK, pelajar lainnya dari sekolah yang sama yang berhasil tangkap aparat Polisi Pamong Praja adalah siswa berinisial AF, kelas 3 (Tiga) jurusan teknik mesin.

Sedangkan, 6 (Enam) siswa lainnya yang berhasil ditangkap aparat Polres Manggarai, mengaku berasal dari SMA Bintang Timur Ruteng, mereka langsung digelandang ke Polres Manggarai untuk diamankan dan diinterogasi.

Dua orang diantaranya, YPK dan AF mengenakan pakain seragam sekolah, sedangkan enam orang lainnya berpakaian bebas.

Seluruh pelajar yang berhasil ditangkap dan di amankan di Polres Manggarai siang itu, berjumlah 8 (delapan) orang, sedangkan puluhan lainnya berhasil melarikan diri dari kejaran aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Pelajar itu mengaku hendak menyerang SMK Sadar Wisata Ruteng

Saat diinterogasi polisi, salah satu dari pelajar itu, mengaku jika Ia dan kawan-kawannya yang berhasil melarikan diri hendak melakukan penyerangan ke SMK Sadar Wisata Ruteng.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Bina Kusuma Ruteng, Stanislaus Ranus ketika dikonfirmasi, kepada wartawan mengaku kaget. Dirinya kaget ketika ditangi sejumlah aparat Polres Manggarai untuk mengkonfirmasi terkait keterlibatan sejumlah siswanya itu.

“Saya juga kaget karena saya baru tahu setelah sejumlah aparat kepolisian datang untuk mengkonfirmasi,”ungkapnya.

Dirinya belum bisa mengambil tindakan apapun karena masih menunggu surat panggilan resmi dari kepolisian.

Tetapi Ia berjanji, jika benar bahwa pelajar yang besangkutan adalah siswa asuhanya, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap siswa itu.

“Ya kalu itu betul, kami akan segera rapat dewan guru dan kami akan mengambil tidakan serius terhadap siswa yang bersangkutan,” tegasnya.

Ranus juga menegaskan, tidak ada pembiaran terhadap para siswa disekolahnya, apalagi tawuran atau melakukan hal yang tidak diinginkan.

Kepada aparat Polres Manggarai, Ia juga meminta agar serius menindak tegas jika memang itu benar-benar siswanya.

“Tadi waktu Polisi ada disini saya bilang, ya tangkap saja kalu memang itu betul anak STM,” tandasnya.