PSPL Siap Bangun TPA Senilai Rp16 Milyar di Alor

Laporan Linus Kia
Kalabahi, NTTOnlinenow.com – Jumad (2/11/2018) di aula Hotel Pulo Alor-Kalabahi, Bupati Alor Drs.Amon Djobo membuka kegiatan Presentasi Draft Akhir Fasilitasi Penyusunan Perencanaan Tekhnis Manajemen Persampahan dan DED Kabupaten Alor. Kegiatan ini diselenggarakan Satker Pengembangan Sistim Penyehatan Lingkungan (PSPL) Propinsi NTT yang bernaung di bawah Kementrian PUPR, Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Pantauan NTTOnlinenow.com, ketika membuka kegiatan dimaksud, bupati Djobo didampingi Kepala Satker, I Wayan Krisna Wardana, Asisten II Setda Alor, Dominggus Asadama dan Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Alor, Obeth Bolang, serta sejumlah pejabat dari OPD terkait. Hadir puluhan masyarakat dari berbagai elemen, termasuk para pemilik tanah yang akan dijadikan lokasi pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dan sejunlah fasilitas pengolahan sampah di wilayah Kecamatan Lembur.

Bupati Amon Djobo dalam sambutannya sangat berterima kasih kepada Kementrian PUPR melalui Satker di Propinsi NTT yang akan membangun berbagai sarana TPA dilengkapi berbagai sarana pengolahan sampah yang memadai di Kabupaten Alor senilai kurang lebih Rp 16 Milyar. Berbagai sarana yang akan dibangun antara lain, gapura, pos jaga, gedung kantor, tempat pengolahan sampah yang menggunakan teknologi moderen sehingga ramah lingkungan, didukung armada pengangkut dan pengolah sampah.

Menurut Djobo, pembangunan TPA ini punya banyak manfaat, termasuk menyerap banyak tenaga kerja karena ini dengan manajemen pengelolaan sampah jangka panjang, hingga 20-30 tahun ke depan. Dengan demikian, kata Djobo, kebersihan lingkungan alam Alor akan terjaga dengan baik sebagai salah satu daerah tujuan wisata nasional. Karena itu bupati Djobo yang juga mantan Kepala BLHD Alor ini berharap agar masyarakat pada wilayah pembangunan TPA di Kecamatan Lembur memberikan dukungan yang baik sehingga rencana pembangunan berjalan lancar.

Pemkab Alor, lanjut bupati Djobo, siap berkomunikasi secara baik dengan masyarakat setempat, terutama dengan para pemilik tanah yang akan dibebaskan untuk pembangunan TPA dan berbagai sarana pengolahan sampah dimaksud.

“Saya harap masyarakat Lembur menyambut baik dan mendukung program ini. Para pemilik tanah agar benar-benar jelas status kepemilikannya sehingga setelah pembayaran dilakukan, tidak ada pihak lain lagi yang gugat seperti persoalan tanah Bandara Mali,”himbau Bupati Alor terpilih untuk periode kedua, 2019-2024 ini.

Lebih lanjut bupati Djobo mengatakan, selain upaya pembebasan tanah masyarakat sekitar 4 hektare lebih, Pemkab Alor juga siap membangun ruas jalan dari jalan utama menuju lokasi pembangunan TPA sepanjang kurang lebih 1,5 Km. Karena itu, bupati Djobo meminta jajaran Dinas Lingkungan Hidup bersama pemerintah Kecamatan Lembur dan Desa Lembur Timur agar memberikan sosialisasi secara baik kepada masyarakat setempat agar dapat memahami dan mendukung pembangunan tersebut.

Kasatker Pengembangan Sistim Penyehatan Lingkungan Propinsi NTT, I Wayan Krisna Wardana

Dalam kegiatan ini, nampak sejumlah pejabat tekhnis dari PUPR NTT memaparkan secara detail, mulai dari kondisi geografis dan topografi Kabupaten Alor, tingkat produksi sampah saat ini hingga proyeksi 20 tahun ke depan. Design Enginering Data (DED) pembangunan TPA juga dijelaskan kepada semua stakeholder yang hadir, termasuk perwakilan dari WWF Alor.

Para peserta, terutama masyarakat Lembur antusias mengajukan pertanyaan saat sesi dialog. Umumnya masyarakat mendukung dan mereka harapkan informasi yang jelas, termasuk hak-hak masyarakat pemilik lahan, baik untuk lokasi pembangunan TPA maupun pembangunan jalan masuk ke lokasi TPA dimaksud.

Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Alor, Obeth Bolang saat menutup kegiatan ini, pada intinya meminta dukungan masyarakat dan semua stakeholder terkait. Obeth mengaku pihaknya bersama unsur Tripika Kecamatan Lembur selalu melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat, terkait rencana pembangunan TPA Lembur. Obeth mengharapkan dukungan penuh warga Lembur, karena pembangunan yang dibiayai APBN itu menjadi aset yang sangat berharga dan akan menyerap banyak tenaga kerja dari warga sekitar.

Sementara itu, Kasatker Pengembangan Sistim Penyehatan Lingkungan Propinsi NTT, I Wayan Krisna Wardana kepada NTTonlinenow.com mengatakan, pembangunan TPA Lembur itu untuk pengolahan sampah di Kabupaten Alor selama 20 tahun ke depan. Presentasi ini, jelas Wardana, untuk mendapat masukan dari berbagai elemen di Kabupaten Alor. Tidak hanya membangun fisik TPA, tetapi juga bagaimana manajemen pengolahan sampah yang baik, serta payung hukumnya.

“Jadi intinya, bagaimana pengolahan sampah di Kabupaten Alor selama 20 tahun ke depan. Setelah presentasi ini, nanti ada laporan akhir yang ditanda tangani Bupati Alor sebagai acuan pengelolaan sampah ke depan. Ada yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, ada yang tanggungjawab pemerintah propinsi dan pemerintah pusat, sehingga bersinergi,” tandas Wardana.

Menurutnya kesiapan lahan sebagai lokasi pembangunan itu tanggungjawab Pemkab Alor. Karena itu dia berharap dapat dipersiapkan secara baik, sehingga pembangunan dapat dimulai sesuai target rencana.

“Kalau lahan sudah siap tanpa masalah, baru kita mulai pembangunan fisik. Diharapkan pada 2019, kesiapan lahan sudah ready (siap) sehingga pembangunan bisa dimulai pada 2020,”harap Wardana.

Ditanya mengenai nilai proyek pembangunan TPA teraebut, Wardana mengatakan sekitar Rp 16 Milyar, bersumber dari APBN. Menurutnya, baru 12 kabupaten di NTT yang dapat pembangunan TPA dimaksud. Diantaranya, Tahun 2016 membangun di Borong-Manggarai dan Lembata, Tahun 2017 di Ngada dan Flores Timur, Tahun 2018 di Manggarai Barat dan Sumba Barat, diharapkan tahun yang akan datang di Malaka dan Alor.