SMF Sudah Alirkan Dana Rp1,72 Triliun Kepada Bank bjb untuk Pembiayaan KPR

Laporan Jean Alfredo Neno
Jakarta, NTTOnlinenow.com – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF kembali melakukan kerjasama pembiayaan bagi penyaluran KPR, kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (bank bjb).

Kerjasama tersebut direalisasikan melalui penandatanganan perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh Direktur Sekuritisasi dan Pembiayan SMF, Heliantopo, Direktur Keuangan Bank bjb, Nia Kania, dan Direktur Konsumer dan Ritel Bank bjb, Suartini, di Kantor Pusat Bank bjb, Bandung, Selasa (30/10), dan direalisasikan efektif pada hari ini, Rabu (31/10).

Pada kerjasama ini, SMF menyalurkan pembiayaan sebesar Rp220 miliar, sehingga dengan adanya kerjasama kali ini, total pembiayan KPR yang telah disalurkan oleh SMF kepada Bank bjb di tahun 2018, hingga 31 Oktober 2018 ini telah mencapai sebesar Rp Rp1,72Triliun. Sebelumnya SMF telah mengalirkan pembiayaan sebesar Rp1,5 Triliun kepada bank bjb pada 6 Juni lalu.

Direktur SMF, Heliantopo mengatakan, kerjasama ini merupakan komitmen SMF dalam mendukung Program Satu Juta Rumah, melalui penyaluran pinjaman untuk perluasan jangkauan pembiayaan pemilikan rumah di seluruh Indonesia. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas realisasi kerjasama tersebut, ia berharap kerjasama ini dapat memotivasi BPD lainnya untuk menyalurkan KPR.

“Ini merupakan upaya kami dalam mendorong peningkatan penyaluran oleh Bank Pembangunan Daerah guna memenuhi kebutuhan pembiayaan pemilikan rumah di Indonesia, khususnya pada wilayah BPD masing-masing. Kami berharap ini dapat mendukung ketersediaan rumah yang layak bagi masyarakat di seluruh daerah,” kata Heliantopo dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Rabu (31/10/2018).

“SMF telah menunjukkan langkah sigapnya merespon semakin tingginya demand akan kebutuhan pembiayaan kepemilikan rumah yang layak huni di seluruh daerah di Indonesia,” imbuh Heliantopo.

Heliantopo juga berharap kedepannya Bank bjb dapat menjadi pelopor sebagai originator pertama dalam melakukan sekuritisasi KPR bagi Bank Pembangunan Daerah, sebagaimana diketahui bahwa jangkauan bank bjb saat ini sudah mencakup tingkat nasional dan berada pada urutan ke 12 dari 115 bank di Indonesia.

“Memperhatikan volume KPR bank bjb yang cukup besar, kami melihat bank bjb memiliki potensi melakukan sekuritisas KPR dikemudian hari,” katanya.

Heliantopo mengaku optimis, dengan adanya sinergi yang kuat, Program Satu Juta rumah dapat tercapai dan memberikan kontribusi luar biasa bagi kesejahteraaan masyarakat diberbagi daerah maupun bagi perekonomian Indonesia ke depan.

“Kami yakin bahwa tingginya akses penyaluran KPR oleh BPD di daerah dapat memberikan dampak positif dalam membangun serta memajukan perekonomian di masing-masing daerah. Terkait hal tersebut, dorongan dari Pemerintah daerah untuk merealisasikan hal tersebut sangat kami harapkan,” ungkapnya.

Terkait sinergi dengan BPD, hingga saat ini SMF telah bekerjasama dengan 27 Bank BPD baik kerjasama untuk program pembiayaan, maupun pendampingan dan pelatihan baik secara ekslusif maupun kolektif.

Untuk mendukung pengembangan kapasitas penyaluran KPR oleh BPD, SMF bekerjasama dengan Kementerian PUPR dan Asbanda telah merilis dan menyerahkan Standar Prosedur Operasional (SPO) KPR BPD SMF, dan SPO Kredit Modal Kerja – Konstruksi Perumahan SMF (KMK – KP SMF) kepada seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.