Pelajar Paud dan SD Peringati HCTPS Sedunia ke-11 di Silawan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Para pelajar Sekolah Dasar Katolik (SDK) Nanaeklot, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL peringati Hari Cuci Tangan Pake Sabun Sedunia ke-11, Rabu (31/10/2018).

Peringatan HCTPS Sedunia yang berlangsung di SDK Nanaeklot di gelar Lembaga Childfund Indonesia bersama Mitra Lembaga Pengembangan dan Perlindungan Anak (LPPA) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Belu.

Sekda Belu, Petrus Bere dalam sambutan memberikan apresiasi pada lembaga Childfund Indonesia bersama Mitra Lembaga Pengembangan dan Perlindungan Anak (LPPA) yang telah melaksanakan peringatan HCTPS ke-11 di Desa Silawan perbatasan Belu.

“Pemerintah Belu berterimakasih kepada lembaga Child Fund Indonesia yang telah mendukung program Pemda khususnya dalam bidang air bersih dan kesehatan,” ujar dia.

Lanjut Bere, Pemerintah Daerah akan terus bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat untuk menjawab kebutuhan masyarakat terkhusus pemenuhan hak dasar anak baik untuk pendidikan maupun kesehatan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita semua, karena memberikan pendidikan dan pengetahuan kepada anak – anak tentang pentingnya untuk mencuci tangan pakai sabun,” ucap Bere.

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Belu sangat mendukung kegiatan ini dan terima kasih atas dukungan LSM LPPA Belu-TTU Mitra ChildFund Indonesia melalui Project CSDW yang telah nyata memberi kontribusi dengan di Launchingnya Media PHBS di SDK Nanaeklot serta sekolah-sekolah lainnya yang menerima bantuan serupa.

juga telah mendukung terselenggaranya acara peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se Dunia hari ini.

Jelas Bere, tema peringatan Hari Cuci Tangan Pake Sabun Sedunia tahun ini Masa Depan Kita Ada Di Tangan Kita. Sejalan dengan tema kampanye diatas maka kami juga sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak terkait baik Wwasta, Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan terutama masyarakat untuk bersama-sama mengkampanye budaya cuci tangan pakai sabun.

“Terutama pada saat sebelum dan sesudah makan, setelah buang air besar maupun buang air kecil, setelah memegang kotoran, dan juga setelah mencebok bayi. Dengan membudayakan perilaku ini, niscaya kita mampu menekan beberapa penyakit yang berbasis lingkungan seperti yang saya sampai diatas,” ungkap dia.

Kaitan dengan itu diharapkan pihak Sekolah tak henti-hentinya menyampaikan ke anak didik. Karena melalui merekalah perubahan itu senantiasa terjadi. Demikian juga pada pihak LSM diharapkan dukungannya agar bersama Pemerintah Daerah bahu-membahu mengkampanye gerakan ini. Sehingga masyarakat kita terlindung dari penyakit-penyakit berbasis lingkungan tersebut diatas.

“Pada moment yang indah ini, kita perlu melibatkan berbagai kalangan dan masyarakat sehingga tercermin keikutsertaan kebersamaan dan tanggung jawab yang lebih luas untuk tercapainya tujuan kampanye CTPS ini,” pinta Bere.

Kesempatan itu Eastern Zone ChildFund Indonesia Candra Dethan mengajak semua warga yang hadir untuk bersama–sama berjuang menyelamatkan hidup anak-anak.

Hal itu dimaksudkan agar terhindar dari berbagai penyakit menular dengan mengajak seluruh masyarakat masyarakat di sekitar untuk ikut membiasakan cuci tangan pakai sabun yang sederhana, mudah dan dapat dilakukan di mana saja sekaligus menjadikannya sebagai perilaku hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Terima kasih kepada semua unsur yang sudah mendukung kegiatan ini terutama untuk Pemerintah Kabupaten Belu yang terus berinovasi dalam mengembangkan berbagai program untuk kesejahteraan masyarakat terutama anak–anak,” ujar dia.

Jelas Candra, Kabupaten Belu khususnya Desa Silawan sebagai pintu wilayah perbatasan dan gerbang Indonesia, dimana akan menjadi pusat perhatian nasional dan dunia.

Dituturkan, kegiatan hari ini diikuti oleh perwakilan anak–anak yang berada di wilayah dampingan LPPA Belu Mitra ChildFund Indonesia dengan total 1.000 anak terdiri dari anak PAUD dan Sekolah Dasar.

Untuk diketahui selain anak-anak pelajar Paud dan SD, kegiatan HCTPS Sedunia ini dihadiri juga Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, warga masyarakat serta stakeholder.