Kuasa Hukum RA Dukung Perdamaian Dengan Eki

Laporan Alvaro Saputra Marthin
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Kasus yang melibatkan Rensi Ambang (RA) dengan Melkior Marseden Sehamu (Eki) yang bermula dari cattingan ‘facebook’ antara Eki dan isteri RA, Maria Carolina Alva, beberapa bulan lalu yang kemudian berujung pada kasus hukum kini kembali memasuki babak baru.

Walaupun sebelumnya gagal berkali-kali untuk berdamai, namun berbagai upaya terus dilakukan melalui kuasa hukumnya masing-masing, baik kuasa hukum RA maupun kuasa hukum Eki mencari solusi untuk mengakhiri perseteruan keduanya, maka kali ini akhirnya membuahkan hasil. Keduanya bersepakat untuk berdamai namun dengan syarat RA didenda secara adat Manggarai Barat.

Kuasa hukumnya, Rensi Ambang (RA), Plasidus Asis De Ornay, mengaku dirinya menyambut baik langkah kedua belah pihak untuk mengakhiri perseteruan keduanya. Hal itu disampaikannya pada konfrensi pers bersama sejumlah awak media, Senin (29/10/2018) di Ruteng.

Kedua Belah Pihak Akhirnya Berdamai

Kedua belah pihak, baik RA maupun Eki, akhirnya bersepakat untuk berdamai, tetapi dengan syarat, RA didenda dengan seekor kerbau dan uang tunai sejumlah 35 juta rupiah.

Sebagai wujud dari upaya perdamaian itu, Kamis 25 Oktober 2018, di Kampung Kaca, desa Nampar Macing, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, NTT telah terjadi perdamaian dan denda adat diantara kedua belah pihak.

Pihak RA akhirnya meminta maaf dan menyerahkan seekor kerbau dengan uang tunai senilai 35 juta rupiah kepada Eki dan keluargannya yang disaksikan oleh sejumkah tokoh adat bersama masyarakat setempat dan Kuasa hukumnya.

Akan tetapi, acara perdamaian itu tidak melibatkan kuasa hukum RA, Plasidus Asis De Ornay.

Berharap Eki segera mencabut laporan Polisi dan RA bebas dari jeratan hukum.

Walau demikian, Asis berharap, dengan terjadinya perdamaian itu, kedua belah pihak, baik Eki maupun RA, keduanya sama-sama saling menguntungkan. Ada keadilan diantara kedua belah pihak. Sama-sama memiliki asas manfaat dan keadilan.

Selain itu, RA segera dibebaskan dari jeratan hukum. Karenanya, Ia berharap, Eki dapat segera mencabut laporan Polisi dan RA juga segera dibebaskan dari jeruji besi dan dari tuntutan hukum.

“Harapan saya sebagai lowyer, dengan selesai dibuatnya perdamaian itu, Klien saya segera bebas dari jeratan hukum,” ungkap Asis.

RA Masih Ditahan

Terkait RA yang hingga kini masih ditahan Polisi, Asis mengatakan karena proses ini masih dipertengahan jalan.

“Apapun kita dukung sepenjang itu menguntungkan kilen saya ini,” tandasnya.