APM NTT Gelar Refleksi Sumpah Pemuda dan Deklarasi Kebangsaan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun 2018, pemuda dan mahasiswa di Kupang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Mahasiswa (AMP) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar refleksi dan deklarasi kebangsaan di Taman Nostalgia, Sabtu malam (28/10/2018).

Kegiatan dengan tema “Revitalisasi Gerakan Pemuda Mahasiswa Demi Kebangkitan Bangsa” itu melibatkan sejumlah komponen organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan serta organisasi lintas gerakan yang ada di daerah yang dikenal dengan Nusa Terindah Toleransi itu.

Organisasi itu antara lain PMII, GMKI, PMKRI, HM3T, Ikmal Kupang, YMKRI, Hikmalim Raya, KOMPAK, YTB, KMK, Pemuda GMIT, BEM Stikes, BEM Undana, STIE Oemathonis, BEM UNKRIS dan BEM Muhammadiyah Kupang.

Pada kesempatan itu, para ketua atau perwakilan masing-masing organisasi diberikan kesempatan untuk menyampaikan refleksi Sumpah Pemuda yang dikemas dalam acara orasi kebangsaan.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kupang, Hasnu Ibrahim saat tampil menyampaikan orasi kebangsaan menyatakan, pemuda dan mahasiswa adalah kekuatan dan aset bangsa. Jika dahulu pemuda berjuang dengan cara angkat senjata melawan penjajah, maka pemuda kini diperhadapkan dengan berbagai tantangan dan persoalan kebangsaan.

“Karena itu pemuda dan mahasiswa harus memiliki kapasitas dan integritas agar menyuarakan kebaikan-kebaikan demi kemajuan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Sumpah Pemuda merupakan sebuah catatan perjalanan sejarah yang sakral, yang mana para pemuda pada 90 tahun lalu memikirkan tentang tiga persoalan substantif, untuk bagaiman meneruskan estafet perjuangan bangsa.

“Mereka bersatu pada saat itu dan menyatakan ikrar bahwa tidak ada tanah air lain selain tanah tumpah darah Indonesia, tidak ada bahasa lain selain bahasa Indonesia, dan tidak ada bangsa lain selain bangsa Indonesia,” ujarnya.

Perwakilan Komunitas Peace Maker Kupang (KOMPAK), Carningsi Bunga dalam orasinya mengatakan, tantangan terbesar orang muda saat ini adalah persoalan egosentrisme. Di mana masing-masing mengutamakan ego pribadi, suku, agama, golongan dan lainnya.

“Jika orang muda bisa mengalahkan ego dalam dirinya atau latarbelakang apa pun maka akan tercipta kedamaian, kebaikan, dan keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara akan tercipta indah dan harmoni,” katanya.

Pada kesempatan itu, Carningsi mengajak semua elemen masyarakat baik orang muda maupun orang tua yang berjiwa muda untuk menjaga dan mempertahankan serta membawa damai dari NTT yang dikenal dengan Nusa Terindah Toleransi untuk Indonesia damai.

“Kita ingin dan harus menjaga Indonesia tetap utuh apa pun yang terjadi, karena itu harus tetap bersatu untuk melawan semua yang ingin merusak ketentraman di Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan itu diakhiri dengan deklarasi bersama. Berikut 5 poin deklarasi Sumpah Pemuda 2018:

1. Kami tetap menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

2. Mendukung Kapolda NTT dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di NTT, menolak radikalisme dan intoleran.

3. Mendukung KPU dan Bawaslu NTT dalam mewujudkan Pemilihan Umum Legislatif dan Pilpres 2019 yang langsung, umum bebas dan rahasia.

4. Kami berkomitmen menjadi Agen Toleransi NTT dengan menghormati Kebebasan Beragama dan Beribadah dan menolak Radikalisme, Intoleransi, Hoax, Bully, Black Campaign, dan Ujaran Kebencian atas nama Suku, Agama, Ras dan Antargolongan.

5. Kami berkomitmen menjadi Pemuda Mahasiswa sebagai pelopor dan penggerak di NTT dalam mempertahankan predikat Nusa Tertinggi Toleransi.