Data Memegang Peranan Strategis Dalam Pembangunan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlienow.com – Data sangat memegang peranan strategis dalam pembangunan, mengingat dengan data yang tersedia dan tersaji secara berkala dapat memberikan gambaran aktual tentang kondisi kekinian, gambaran waktu sebelumnya, dan sebagai dasar untuk memprediksi situasi yang akan datang.

Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Agus Nalle sampaikan ini saat tampil sebagai narasumber pada kegiatan Expose Data Strategis dan Workshop Wartawan yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) NTT di Kupang, Selasa (23/10/2018).

Menurut Agus, data sebagai salah satu unsur informasi, sudah merupakan kebutuhan vital bagi semua kalangan baik formal maupun non formal, terutama untuk melakukan prediksi terhadap kondisi yang akan datang.

“Salah satu fenomena yang muncul adalah penyajian data yang bersifat kuantitatif akan semakin meningkatkan wibawa dibanding penyajian secara kualitatif,” ungkapnya.

Selain itu, pengujian untuk mendapatkan data yang berkualitas sangat diperlukan melalui komunikasi dan interaksi intensif antara penyedia data dan pengguna data.

Pada kesempatan itu, dia menyebutkan sejumlah kondisi perstatistikan yang baik antara lain, statistisi yang mumpuni, dalam hal ini kualitas SDM harus baik dan memiliki integritas dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara secara optimal.

“Dana atau biaya yang mendukung kegiatan perstatistikan baik dalam skala regional maupun nasional,” katanya.

Dia mengatakan, semakin besar kesadaran pengguna data, karena itu tuntutan kebutuhan terhadap data yang dipublikasi akan mendorong kualitas dan kecepatan penyajian data yang baik, akurat, valid dan up to date.

“Kelompok masyarakat terutama mereka yang terlibat dalam menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan,” katanya.

Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia mengatakan, BPS hanya menerbitkan data-data makro statistik, dan berperan sebagai cek dan kontrol seluruh data-data pada lembaga yang ada pada pemerintah.

“Jadi ketika ada lembaga atau kementerian atau OPD yang melakukan survei atau menghasilkan data maka akan dikontrol, apakah data-data yang dipublikasi itu sudah memenuhi kaidah statistik atau belum,” katanya.

Ketua Panitia Ekspose Data Strategis, Indra Sofyan Souri mengatakan, menjawabi tuntutan pengguna data statitistik yang berkualitas, diharapkan kegiatan ini bisa memberikan dukungan pada perbaikan data dan informasi pembangunan daerah.

“Dukungan tersebut tidak berhenti hanya pada perbaikan kualitas data saja tetapi juga harus ditunjang oleh pemahaman para perencana dan pewarta / media massa yang akan menginterpretasikan atau mengurai makna dari data dan informasi yang tersedia tersebut,” ujar Indra.