Pengurangan Produksi Sampah Masih Menjadi Perhatian Pemkot Kupang

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Menyusul tidak ada lagi tambahan lahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang ada di kota Kupang Namun produksi sampah masyarakat terus bertambah, maka pemerinah Kota Kupang terus berupaya melakukan daur ulang sampah, khususnya sampah plastik.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup kota Kupang, Obed Kadji, kepada wartawan, Jumat (12/10/2018) di Balai Kota Kupang.

Obed mengatakan, rencana strategis daerah berdasarkan perwali yang disusun, bahwa ada pengurangan sampah 30 persen per tahun. Jadi sampah plastik tidak boleh sampai di TPA melainkan harus di daur ulang.

Oleh karena itu, suatu keharusan bagi masyarakat untuk bisa memilah jenis sampah baik organik maupun non organik agar selain bersih dan sehat, kota Kupang juga bisa mendapatkan Adi Pura.

“Kami meminta Masyarakat harus bisa memilah sampah organik dan non organik terus disampaikan ke kami agar bisa diambil, nanti sisanya barulah dibawa ke TPA,” katanya.

Dikatakan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri melainkan harus berkolaborasi dengan masyarakat. Karena umur TPA dan lahan di TPA tidak bertambah. Kalau tidak diatur sekarang ke depan sangat sulit karena jumlah produksi sampah akan terus bertambah.

Sementara terkait armada angkutan sampah yang ada di kota Kupang, kata Obed, saat ini ada 38 armada. Namun dua atau empat unit diantaranya disiagakan apabila ada informasi sampah yang membludak dan kerja bhakti.

Ia juga sangat menyayangkan pelaku usaha yang membuang sampah tidak di dalam tempat sampah tapi di luar TPS.

“Contohnya di Damri lasiana bak sampahnya kosong tapi sampah berserakan di luar. Jadi terkesan kita tidak kerja, padahal jam 5 sudah apel buat apa sampah ada tidak diangkut? Mereka tidak mentaati jam pembuangan sampah yang sudah disepekati bersama yaitu mulai jam 6 sore sampai jam 4 atau 6 pagi. Kami berharap kesadaran masyarakat tentang kebersihan semakin meningkat, tujuannya agar Kota Kupang ini bisa lebih bersih dan bebas dari sampah. Jika pola hidup bersih sudah ditidak jaga maka wajah kota ini tidak akan indah,” katanya.