Kadis Florianus Ancam Hentikan Satgas Pasar Nakal

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Belu, Florianus Nahak mengancam akan menghentikan Satuan Petugas (Satgas) yang bertugas di kompleks pasar baru Atambua, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat.

“Satgas ada main mata dengan pedagang lain. Sudah lama saya curiga, sudah saya ancam berkali-kali. Tiga hari kedepan tidak disiplin maka akan diberhentikan,” tegas Nahak disela-sela pembagian KIP bagi pedagang pasar baru, Rabu (11/10/2018).

Dikatakan, mereka (Satgas) diangkat atas dasar usulan Kepala Dinas dan sudah ditetapkan sesuai keputusan Bupati bukan Dinas. “Jadi pernah abaikan keputusan Bupati. Jangan main mata dengan pedagang stop itu,” ujar dia.

Tidak saja itu, laporan yang diterimanya selain petugas main mata, terkesan pemalas karena ada beberapa papan los pedagang belum dipasang dan masih tersimpan di kantor.

Dikatakan, dirinya memerintahkan Satgas untuk pasang papan los tapi tidak diindahkan. Ada empat papan yang masih disimpan dikantor kenapa tidak ditempel karena itu jadi landasan untuk penertiban.

Lanjut Nahak, petugas sudah dibagi tapi tidak mau berjalan. Disini 20 orang tidak bisa urus dari keamanan sampai dengan kendaraan oleh karena itu mereka tidak disiplin lapor ke Kantor maka akan diberhentikan.

“Satgas hanya jalan-jalan hisap rokok tidak tertibkan pasar. Awal direkrut siap bekerja apa saja. Kita akan cari petugas lain untuk kerja,” ujar dia.

Sementara itu Yolenta salah satu pedagang dalam dialog meminta Satgas di pasar baru untuk adil dalam melakukan penertiban pedagang.

“Ini petugas tidak tertibkan pedagang diluar los. Kami minta pedagang di luar dimasukam ke dalam los sehingga sama-sama merasakan,” pinta Yolenta.

Pedagang lainnya Sinta tambahkan, banyak pedagang sayur dan sirih pinang yang bebas jualan di depan toko. Kalau bisa tertibkan pedagang yang tidak pernah bayar karcis dan petugas jangan sepihak tertibkan pedagang.

Baca juga : Tertibkan Pedagang, 293 KIP Dibagikan kepada Pedagang Pasar Baru

Senada diungkapkan Duaerte, keamanan di los pasar tidak terjamin karena sering terjadi kehilangan barang dagangan.

“Katanya dipasar ada security malam tapi barang kami hilang. Datang pagi security tidur dimeja kami tapi barang kami hilang,” sebut Duarte.

Menyikapi itu, Kadis Florianus meminta petugas pasar untuk menertibkan keamanan tertutama bagi pada security yang bertugas malam hari. Petugas itu harus berwibawa dan jalankan tugasnya.

“Saya sudah dapat laporan dan akan ngecek kembali petugas karena mereka saling curiga sesama petugas dan ini laporan yang masuk ke saya. Kalau masih ada kecurian siapa yang tugas gaji dipotong untuk ganti rugi,” sebut Nahak.

Kadis Nahak tambahkan, terkait pembagian kartu kalau yang diluar los pasar tidak mendapat kartunya akan digeser ke pasar Lolowa dan Fatubenao khusunya pedagang didepan toko dengan dukungan dari Satpol PP.

Dia juga meminta kepada pedagang agar tidak membongkar sayur di jalan raya karena itu menganggu aktifitas pengguna jalan yang sedang melintas. “Untuk itu sayurnya dibongkar muatan di pasar Lolowa dan pedagang yang berjualan di jalan raya kalau mengalami kecelakaan resiko sendiri,” kata dia.

“Setelah Perda trantib disahkan kedepan maka pasti akan ada penertiban pedagang. Karena itu kartu yang ada menjadi pedoman untuk penertiban,” akhir Nahak.