Pelabuhan Labuan Bajo Menjadi Fokus Perhatian Pemerintah

Laporan Alvaro Saputra Marthin
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Pelabuahan Labuan Bajo menjadi pusat perhatian serius Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Daerah karena sebagai daerah vital dan super prioritas destinasi wisata di Labuan Bajo saat ini, kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Charles Angliwarman, S.Si kepada wartawan, Jumat 5 Oktober 2018, usai mengikuti studi banding di Pelabuhan Utama Tanjung Periuk belum lama ini.

“Kami bersama Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono,S.I.K, M.Si dan Kepala Syahbandar Pelabuhan Labuan Bajo, Iwan Sumantri baru saja usai mengikuti studi banding di Pelabuhan Tanjung Periuk sebagai satu-satunya pelabuhan terbaik di Indonesia saat ini,” tandasnya.

Studi banding itu dilakukan khusus membicarakan tentang Pelabuhan Labuan Bajo karena merupakan pelabuhan super prioritas destinasi wisata yang ada di Labuan Bajo saat ini.

Selama studi banding itu berlangsung, pihaknya juga bertemu langsung stakeholder yang ada dan sempat berdialong langsung dengan koperasi tenaga kerja bongkar muat karya sejahtera yang ada disana untuk membahas sejumlah hal penting untuk nantinya bisa diterapkan di pelabuhan Labuan Bajo kedepannya, katanya.

“Kami juga bertemu langsung stakeholder yang ada di pelabuhan itu. Kami juga berdialog dengan koperasi tenga kerja bongkar muat karya sejahtera yang ada di Tanjung Periuk untuk membahas harga yang diberikan, kesejahteraan tenaga kerja, dan bagaimana proses demi prosesnya. Karena di pelabuhan itu merupakan daerah vital,” terangnya.

Charles juga mengaku bertemu dengan Dirut dan Komisaris ASDP Indonesia Very, karena di pelabuhan Labuana Bajo ini lagi dibangun Marina sehingga dalam konsep kedepan bisa saling bersinergi, ujarnya.

Sementara itu, Kaplores Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono menambahkan, studi banding ini dilakukan untuk bisa melihat dan mempelajari metode-metode, khususnya terkait pelabuhan, baik dari pengelolaannya maupun dari aspek keamanannya. Sehingga nantinya bisa diaplikasikan di pelabuhan Labuan Bajo dengan skup yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di pelabuhan Labuan Bajo. Dan kedepannya tentu ini akan menjadi konsen dari Pihak Syahbandar Pelabuhan Labuan Bajo untuk melakukan pembenahan.

Memilih Pelabuhan Tanjung Periuk untuk melakukan studi banding, karena dari sisi kapasitas dan pengelolaannya yang paling baik di Indonesia saat ini.

Selain itu, pelabuhan Tanjung Periuk juga menjadi roh model yang paling tepat untuk melakukan kunjungan karena pelabuhan tersebut merupakan pelabuhan terpadat di Indonesia, aktivitasnya sangat tinggi dan pengelolaan pengamanannya juga sangat baik, lanjutnya.

Menurutnya, walapun nanti pengelolaan Pelabuhan Labuan Bajo kedepannya tak setara dengan pelabuahan utama Tanjung Periuk, tetapi setidaknya ada hal-hal yang bisa dikelola sehingga keamanna dan ketertibannya menjadi baik, mengingat pelabuhan Labuan Bajo ini salah satu obyek vital dan salah satu jalur utama dan sebagai fasilitas pendukung keberlangsungan sektor pariwisata di Mabar sebagai sektor prioritas yang dikelola oleh pemerintah.

Di tempat terpisah, Kepala Syahbandar Pelabuhan Labuan Bajo, Iwan Sumantri, mengaku pihaknya siap melakukan pembenahan pelabuhan Labuan Bajountuk lebih baik dari sekarang.

Sebagai langkah awal, kata dia, belum lama ini Pihaknya bersama Polres Mabar melakukan patrol keliling untuk menertibkan dan mengatur seluruh transportasi laut yang ada di pelabuhan Labuan Bajo yang memarkir sembarangan.

“Kita banyak temukan kapal-kapal yang memarkir semabarangan di lapangan. Kita tertibkan dan memberikan pemahaman kepada mereka dan akhirnya mereka terima dengan baik. Dan sekarang sedikit lumayan baik,” ungkapnya.

Dirinya berjanji, kedepannya pihaknya akan lebih serius lagi dan patrol keliling ini akan menjadi pekerjaan rutin. Apalagi, Labuan Bajo sebagai destinasi wisata prioritas saat ini, tambahnya