Anggota Polisi Membully Warga, Kapolres Mabar Minta Maaf dan Akan Tindak Tegas Anak Buahnya

Laporan Alvaro Saputra Marthin
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Kasus yang menimpa seorang ibu berinisial Y di Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mendatangi unit SPKT Polres Mabar untuk melaporkan hewan (babi) piaraannya digigit anjing tetangganya hingga mati, rupanya berbuntut panjang.

Kasus itu sempat meramaikan berbagai media sosial. Dimana, aparat kepolisian yang tengah bertugas saat itu bukannya melayani Y dengan baik, tetapi justru membullynya. Y yang tengah memberikan laporan justru divideokan lalu diviralkan dimedia social.

Selain itu, oknum polisi itu juga bercanda dengan meminta Y untuk menyuruh babinya itu mendatangi kantor Polisi untuk melapor dan ke pihak medis untuk divisum.

Akibat ulah oknum aparat tersebut seolah memancing rekasi publik dan seluruh warga net. Mayoritas publik dan netizen mengutuk keras tindakan oknum anggota kepolisian tersebut dan meminta untuk segera diproses hukum.

Kasus ini membuat Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono, S.I.K, M.Si geram dan terpaksa meminta maaf.

Kepada wartawan, Kamis 4 Oktober 2018 di ruangan kerjanya, Kapolres Julisa Kusumowardono mengaku kesal dan marah atas ulah anak buahnya itu dan berjanji akan menindak tegas terhadap anggotanya tersebut.

“Saya sangat menyanyangkan dan sesalkan peristiwa ini. Karenanya, saya meminta maaf terhadap ibu Y dan keluarganya atas peristiwa yang telah menimpanya akhibat ulah anggota saya. Dan saya akan menindak tegas anggota saya dan menjamin tidak akan terjadi kembali peristiwa yang sama di lingkugan Polres Mabar kedepannya,” pungkasnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, tindakan yang dilakukan yaitu pemeriksaan terlebih dahulu lewat saksi Propam, mengumpulkan informasi dan keterangan dari keluarga Y dan juga keterangan rekan-rekan yang berangkutan (oknum polisi) yang berada di lokasi saat kejadian itu berlangsung.

Kasus ini bermula dari seorang wanita berinisial Y mendatangi Polres Mabar di ruangan SPKT untuk melaporkan babi peliharaannya mati akhibat digigit anjing tetangganya.

Namun laporan wanita itu rupanya tak direspon baik oleh anggota Polres yang sedang bertugas saat itu.

“Peristiwa ini direkam oleh anggota kami dan sempat menjadi viral. Setelah kami mengetahui, kami langsung melakukan pemanggilan terhadap anggota tersebut untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi. Dan kami mendapatkan informasi bahwa ibu Y ini ternyata telah berkali-kali mendatangi ruangan SPKT Polres Mabar untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya dengan informasi yang berbeda-beda. Sehingga banyak anggota kami yang sudah mengetahui bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa,” terang Julisa.

Namun demikian, Dirinya mengaku tidak membenarkan tindakan anggotanya itu.

“Kami tidak membenarkan apa yang telah dilakukan oleh anggota kami, yang mengambil gambar yang tidak patut karena didalam lingkungan SPKT Polres,” ungkapnya.

Karenanya, Ia berjanji akan menindak tegas terhadap anggotanya yang berulah tersebut.
“Kami akan mengambil tindakan tegas kepada yang bersangkutan (oknum anggota Polres) secara internal,” tandasnya.

Tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan akan dihukum apabila terbukti bersalah. Kaplores Julisa berharap agar kasus ini menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota personil di Porles Mabar.

Sebagai informasi, lanjut Julisa, Y ini memiliki riwayat kesehatan terganggu yaitu mengalami gangguan kejiwaan. Sehingga seperti apa yang dimuat berbagai media social, bahwa yang bersangkutan dipermainkan, sebenarnya kondisi beliau ini sedang dalam gangguan, jelasnya.

“Kemarin kami langsung klarifikasi dengan keluarga beliau (Y), yaitu langsung dengan anaknya yang kebetulan sebagai PNS di dinas PKO Mabar, bahwa beliau pernah dilakukan pengobatan dan pernah dirujuk ke Rumah sakit jiwa Maumere,” terang Julisa.

Sementara itu, anak kandung ibu Y, yang enggan dimediakan namanya kepada wartawan juga mengaku keluarga biasa-biasa saja dengan peristiwa yang menimpa ibunya itu.

“Keluarga biasa-biasa saja, karena kami tahu bahwa kondisi kesehatan orang tua kami ini sedang terganggu, kurang lebih sudah 4 (empat) bulan sakit. Dan selama ini, ibu hanya mendapat perawatan rawat jalan saja. Ibu juga hampir setiap hari datang ke Polres hanya untuk melaporkan saya dan semua orang yang dia tidak suka. Bahkan ibu pernah memaksa polisi agar saya di penjara dan ditembak mati,” tuturnya.

Dirinya juga meminta maaf kepada pihak Polres Mabar dan berharap agar peristiwa ini menjadi pembelajaran saja. Dan kepada para netizen, Ia juga berpesan agar stop berdebat tentang hal tersebut.

“Ya barang kali ini hanya menjadi pembelajaran saja. Untuk netizen, pesan kami cukup sudah berdebat tentang hal ini karena menyangkut privasi keluarga. Kami yakin tidak ada niat dari anggota kepolisian untuk menyebarluaskan ini,” tutupnya.