Dishub Kota Kupang Mengakui Banyak Restoran Belum Kantongi Izin Andalalin

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Alex Jewarus mengatakan, masih banyak hotel dan di restoran, khususnya yang berada di wilayah jalan Timor Raya belum mengantongi rekomendasi Anilisis dampak lalu lintas yang dikeluarkan oleh dinas perhubungan.

“Dampak dari itu, diruas jalan tersebut sering terjadi kemacetan yang parah jika restoran dan hotel pada pengunjungnya,” Kata Alex Jewarus.

Ia mengakui bahwa untuk mendirikan sebuah gedung yang akan berdampak pada lalu-lintas, atau berhubungan dengan fasilitas umum, harus mengantongi rekomendasi andalalin yang dikeluarkan oleh Dishub Kota Kupang. Namun banyak bangunan hotel dan restoran khususnya di Jalan Timor Raya belum mengurus Andalalin.

“Misalnya Grand Milenium dan Grand Mutiara, sampai saat ini, Dinas belum menerima laporan kepengurusan izin andalalinnya. Karena kebanyakan orang membangun dahulu, baru menganalisa dampak lalu-lintasnya. Padahal sesuai aturan, sebelum bangunan dikerjakan, harus terlebih dahulu menganalisa dampak lingkungan,” katanya.

Dia menjelaskan, sesuai dengan aturan yang berlaku, seharusnya mekanisme yang harus dilakukan sebelum mendirikan bangunan atau fasilitas publik, seharusnya, dari pengembang mengajukan ke Dinas Perhubungan untuk menganalisa dampak lalu-lintas, sebelum mendirikan bangunan.

“Memang sampai saat ini, memang tidak ada sanksi bagi fasilitas publik yang tidak memiliki izin andalalin. Tetapi dampaknya sangat berpengaruh bagi masyarakat pengguna lalu-lintas. Jadi misalnya ada pesta dengan undangan 1000 orang, bisa dibayangkan undangan yang datang menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, sementara kapasitas parkir yang disediakan tidak bisa menampung semua tamu, maka akibatnya akan terjadi kemacetan karena sebagian badan jalan digunakan untuk parkir kendaraan,” terangnya.

Alex melanjutkan, memang sampai saat ini, belum ada pendekatan dari pihak pembangun dengan Dinas Perhubungan, yang terakhir diurus yaitu Andalalin Lippo Plaza Kupang dan Sekolah Dian Harapan.

“Jadi sangat diharapkan kesadaran semua pihak, untuk mengurus andalalin ini. Memang dirasakan tidak darurat, tetapi akan merugikan banyak pengguna jalan, yang harus menghadapi kemacetan apa bila ada acara pesta dan lainnya,” pungkasnya.