Pemkot Kupang Dapat Dana Target Pembantuan Rp 170 miliar Dari Kemenkes

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kota Kupang mendapat dana target pembantuan dari Kementerian Kesehatan sebesar Rp 170 miliar, dari target Rp 140 miliar. Dana ini sementara masih dalam bentuk draf dan menuggu Surat Keputusan (SK) untuk direalisasikan.

Kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man mengatakan, dana yang ada bersumber dari Kementerian Kesehatan diberikan kepada Pemerintah Kota Kupang, dana ini disebut Tugas Pembantuan. Sebagai satu kesatuan Negara Republik Indonesia, untuk membantu membangun fasilitas dan sarana prasaran kesehatan atau rumah sakit.

“Dana tersebut langsung dari Kementerian Kesehatan, sebagai dana tugas pembantuan karena tidak bisa merealisasikan semua dana yang ada, maka untuk merealisasikannya, diminta bantuan pemerintah kota Kupang. Jadi sebagai satu kesatuan NKRI, dana itu diberikan untuk membangun sarara prasarana dan fasilitas kesehatan di Kota Kupang,” kata Herman.

Dana ini, kata Herman, akan dialokasikan untuk pembangunan rumah sakit Rp 112 Miliar, dan pembangunan empat puskesmas baru, juga mobil khusus untuk melayani pasien jantung.

Herman menjelaskan, dari kementerian, dana itu langsung ke Wali Kota, keuangan dan direalisasikan untuk proses tender dan hal lainnya untuk penggunaan dana ini. Dan bukan masuk dalam APBD Kota Kupang. Dana ini segera direalisasikan dalam waktu dekat, dengan masa sampai Maret mendatang.

Dia menjelaskan, anggaran untuk Rumah Sakit Daerah S.K. Lerik akan digunakan Rp 93 Miliar untuk pembangunan gedung rumah sakit, Rp 23 miliar peralatan medis, dan Rp 1,5 miliar untuk mobil ambulance.

Memurutnya, Anggaran tugas pembantuan ini sangat bermanfaat terutama bagi masyarakat Kota Kupang, untuk meningkatkan semua fasilitas dan sarana prasarana penunjang pelayanan kesehatan yang ada sekarang.

“Jadi rumah sakit Kota Kupang akan menjadi alternatif bagi masyarakat. Agar pasien tidak menumpuk. Juga menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Kota Kupang,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Dana ini hanya untuk pembangunan fisik, sehinggaa fokus untuk pembangunan semua fasilitas kesehatan. Jadi, kedepan semua puskesmas yang ada, akan dijadikan sebagai puskesmas rawat inap minimal 10 tempat tidur untuk menangani pasien-pasien dengan kondisi yang tidak parah. Jadi ada pasien yang bisa ditangani di puskesmas, sehingga tidak menumpuk di rumah sakit.