Wakili Belu, Dua Atlet Tinju Ikut Pelatnas di Manado

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kebanggaan bagi masyarakat Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste, pasalnya dua putra daerah terbaik atlet tinju mewakili daerah Belu di panggil ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) tahun 2018 yang dilaksanakan di Manado Propinsi Sulawesi Utara.

Demikian Ketua Sasana Laka Boxing Camp (LBC) Vincent K. Laka kepada media, Kamis (27/9/2018).

Dituturkan bahwa, kedua petinju asal Belu yaitu Mario Kali pada kelas 49 Kg elite Man dan Libertus Gha pada kelas 64 Kg elite Man akan bergabung pada Pelatnas di Manado guna persiapan Sea Games 2019 di Manila, Filipina.

“Puji Tuhan untuk Sea Games 2019 di Manila ada beberapa atlet tinju yang di panggil dan dari NTT sendiri ada 3 orang yang 2 diantaranya altet tinju asal kabupaten Belu yaitu Mario Kali dan Libertus Gha,” ujar Laka.

Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Belu itu mengatakan, kedua petinju asal Belu sudah dipanggil dan akan segera bergabung pada Pelatnas di Manado yang akan dilakukan selama 1 tahun sebagai persiapan menghadapi Sea Games 2019 mendatang.

Pemanggilan kedua petinju Mario dan Libertus jelas Laka sesuai hasil pantuan dan hasil pencapaian kedua dalam Asian Games beberapa waktu lalu yang dilakukan di Indonesia.

Tutur dia, mungkin berdasarkan amatan peningkatan luar biasa yang terjadi saat pra Asian Games dan Asian Games sehingga kedua petinju asal Belu kembali di panggil ke Pelatnas.

Kedua petinju itu sebelumnya mengalami kegagalan pada Asian Games 2018 dan diharapkan bisa berhasil membawa nama daerah dengan meraih 2 medali dalam Sea Games 2019 yang Manila.

Sebagai bentuk pengkaderan dalam Sasana Laka Boxing Camp (LBC) jelas Laka ada 3 tingkatan yaitu Elite, Youth, dan Junior. Pengelompokan dilaksanakan agar suatu saat kedua petinju Belu itu melewati masa keemasan, ada petinju lainnya dari Belu yang siap menggantikan keduanya.

“Untuk pengkaderan kita sudah siapkan hanya saja masih kekurangan jam terbang. Tapi kalau keemasan mereka berdua selesai, kita yakin masih ada Mario dan Liber lain yang siap menggantikan di masa depan,” pungkas Laka.