Dewan Pers Himbau Media Mainstream Punya Agenda Setting

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dewan Pers menggelar Acara dialog tentang jurnalistik digelar Dewan Pers di salah satu Hotel, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/9/2018). Kegiatan tersebut diikuti sejumlah media masa di Kota Kupang, Baik itu media Cetak, televisi, dan media online. Turut hadir pengurus organisasin kewartawanan seperti AJI, PWI, dan IJTI.

Anggota Dewan Pers, Ratna Komala dalam kesempatan itu mengatakan, media-media mainstream perlu memiliki agenda setting. Mengapa?

“Hal ini harus dilakukan, mengingat perkembangan dunia media sosial yang begitu pesat,” kata Ratna.

Dia mengatakan, dengan melakukan hal ini, media mainstream bisa memiliki cara untuk menanggulangi berita-berita hoax, berita bermuatan ujaran kebencian, ataupun berita dengan tujuan yang kurang baik.

“Sehingga, kita bisa melawan hal-hal seperti itu dengan berita-berita yang lebih objektif,” katanya.

Terkait media yang memuat berita-berita provokatif, Ratna pun menyarankan hal serupa.

“Caranya sederhana. Taati kode etik,” tegasnya.

Dengan menerapkan kode etik jurnalistik, tambahnya, seorang jurnalis akan menghasilkan berita yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Jurnalis harus turun lapangan, lakukan pengamatan, verifikasi, konfirmasi, dan banyak hal lain yang akan membuat sebuah berita bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara KPU NTT, Yosafat Koli, mengapresiasi jurnalis yang selalu mengedepankan kode etik dalam pemberitaan.

“Kode etik itu sangat perlu dan penting. Karena hal ini yang membedakan seorang jurnalis dengan orang lain yang melakukan kegiatan menulis,” katanya.