Sebar Isu Lewat Akun Facebook, Kasat Pol PP Laporkan Sekertarisnya ke Polisi

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Tidak puas dengan postingan Facebook Atas pemilik akun dengan nama Merry Heo Reta, yang menyebut pihak Pol PP meminta uang kepada pemilik Restoran Kahang, Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kota Kupang, Thomas Dagang melaporkan akun tersebut ke pihak kepolisian dalam hal ini Polresta Kupang Kota pada Rabu (12/09/2018).

Pemilik Akun Merry Heo Reta yang diduga milik dari Sekertaris Pol PP Kota Kupang, Merry Heo Reta dilaporkan dengan tuduhan telah melakukan kasus tindak pidana penghinaan, dan atau pencemaran nama baik melalui media sosial. Merry Reta dinilai telah menulis hal-hal yang mempermalukan instansi Satpol PP, tanpa dasar bukti yang jelas.

Menurut Thomas Gadang, tulisan Sekretrisnya – Merry Reta di akun media sosial Facebook, yakni “Sudah makan gratis, masih minta uang sepuluh juta untuk urus ijin usaha rumah makan Kahang, lebih cocok di Perijinan bukan di Satpol PP Memalukan.” secara tidak langsung ditujukan ke instansinya. Sebab, rumah makan Kahang berada di Kota Kupang, dan Satpol PP Kota Kupang-lah yang berwenang di wilayah tersebut. Selain itu, di dalam komentar pada postingan Merry Reta, juga terdapat komentator yang menyebutkan bahwa makan gratis dan meminta uang itu dilakukan di bawah koordinator Kasat Pol PP Kota Kupang.

Untuk itu Dagang berharap, dengan laporan yang dibuatnya, dapat menjadi sarana untuk mencari tahu kebenaran dari postingan Merry Reta. Sehingga, jika benar ada oknum yang melakukan makan gratis dan meminta uang ijin usaha, maka oknum tersebut bisa diproses sesuai aturan yang berlaku.

Terkait hal tersebut, Dagang juga mengatakan, jika ada informasi terkait penyalahgunaan kewenangan oleh oknum Satpol PP, seharusnya diberitahukan padanya sebagai pimpinan untuk ditelusuri. Atau, informasi atau pengaduan itu dilaporkan langsung ke jajaran pimpinan daerah sebagai pimpinan tertinggi, untuk ditindaklanjuti, bukan disebar-luaskan melalui media sosial tanpa sumber dan bukti yang jelas.

“Kalau infonya benar, ada Walikota, Wakil Walikota, Sekda yang merupakan atasan langsung. Bila perlu dilaporkan saja ke polisi. Kalau sebar di media sosial dan tidak ada bukti otentik seperti ini maka bisa disebut fitnah,” kata Dagang.

Sementara itu, Sekertaris Sat Pol PP Kota Kupang, Merry Heo Reta yang coba dihubungi media ini beberapa kali lewat telepon, nomornya sementara tidak aktif.