Ajukan 20 Ribu, DispendukCapil Kota Kupang Hanya Dapat Empat Ribu Blanko e-Ktp

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kupang mendapatkan tambahan sebanyak 4000 keping blanko e-KTP dari Kemendagri. Jatah tambahan itu masih dibawah harapan sebab jumlah yang diajukan sebanyak 20 ribu keping.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, David Mangi, kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Rabu (12/09/2018).

David menjelaskan, jumlah warga yang telah melakukan perekaman e-KTP dan sudah siap dicetak sebanyak 20.665 keping. Sementara yang diberikan hanya 4000 keping, maka akan tersisa 16 ribu lebih e-KTP yang belum dicetak dan jumlahnya semakin terus bertambah karena proses perekaman berlangsung setiap harinya. Untuk itu alokasi tambahan 4000 blanko tidak menjawab kebutuhan sebab jumlah itu langsung digunakan untuk pencetakan, dan bisa habis dalam waktu 7 hari.

“Jadi bagi masyarakat yang mengurus saat ini bisa terlayani, tetapi jika minggu berikutnya, maka pasti akan tertunda lagi karena kehabisan blanko, dan harus menunggu proses pengajuan tambahan blanko lagi di Kemeterian Dalam Negeri,” kata David.

Dia mengaku, akan segera melakukan pengajuan blanko E-KTP ke kementerian, apabila ketersediaan blanko di kementerian sudah tersedia.

“Beberapa kali pertemuan dengan kementerian, kami sudah usulkan agar stok blanko E-KTP selalu tersedia, pasalnya biaya transportasi untuk pengambilan blanko cukup tinggi. Jika kita hanya mendapat 4000 keping, lalu biaya pengambilan blanko mencapai Rp 10 juta sampai Rp 15 juta, itu namanya pemborosan,” ungkapnya.

Dispendukcapil Kota Kupang, kata David, selalu menggunakan momen rakor, bimtek dan lainnya di kementerian, momen itu sekaligus digunakan untuk penhambilan Blanko E-KTP. Pasalnya, biaya untuk pengambilan blanko tidak disiapkan.

“Jadi kami sekali jalan bisa mendapatkan dua manfaat. Yaitu mendapatkan blanko E-KTP dan mengikuti kegiatan di kementerian. Itu cara kami menyiasati pengeluaran yang tidak dibiayai, ” ujarnya.

Dia mengaku, anggaran yang dibutuhkan untuk pengambilan blanko di kementerian bisa mencapai Rp 20 juta untuk dua orang. Dalam tahun 2018, Kota Kupang mendapatkan 45 ribu blanko E-KTP, dan sampai saat ini sudah tercetak 41 ribu keping E-KTP.