IKA SMANSA 87 Tetap Jadi Berkat

Kupang, NTTOnlinenow.com – Ikatan Alumni (IKA) SMA NEGRI I Kupang Angkatan Lulusan 1987 (SMNSA) 87 tetap menjadi berkat bagi sesama dan membangun solidaritas sebagai Tubuh Kristus untuk mewartakan betapa baiknya Tuhan bagi dunia dan ciptaanNya.

Demikian refleksi khotbah Pdt. Ronny Steven Runtu,STh, MTh pada kebaktian utama di Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Betesda, Nekon, Klasis Fatuleu Barat, Minggu (9/9/2018). Kebaktian ini dihadiri IKA SMANSA 87 yang lagi merayakan temu kangen telah lulus dari SMAN I Kupang 31 tahun antara lain Ketua, Frans Go, Sekretaris Sylvia Peku Djawang, Bendahara, Henny Dangga Dewa, Ketua Panitia (Kepan), Endi Mawikere.

Ibadah Minggu ke16, setelah Pentakosta dalam GMIT ber-themakan “Menegakkan Keadilan Allah”, Pdt.Ronny yang adalah Ketua Majelis Jemaat Kaisarea BTN Kolhua ini merefleksikan khotbahnya dari bacaan Alkitab Perjanjian Baru Kisah Para Rasul 2:41-47, Cara Hidup Jemaat Mula Mula. Mengawali khotbahnya, Pdt. Ronny meminta jemaat bernyanyi bersama reff dari lagu Bahasa Cinta yang dinyanyikan Vocal Group IKA SMANSA 87 mengawali pemberitaan Firman Tuhan.

Dikatakannyaā€ˇ salah satu memahami ajaran kasih, kebenaran dan keadilan ada pada cara hidup jemaat mula-mula. Jemaat mula mula katanya telah menunjukkan jemaat yang kuat menopang yang lemah. “Saat ini, kita sementara mengalami krisis, dimana gereja gereja besar memikirkan diri sendiri,” tegasnya.

Disebutkannya, hasil penelitian, gereja gereja mainstream (arus utama) kehilangan tanggung jawab sosial. Gereja diberi mandat untuk menghadirkan syaloom Allah, kesejahteraan sosial, berkat, kedamaian, nilai nilai kehidupan, keadilan sosial, kesetaraan dan pembaharuan bagi masyarakat dan bangsa kita serta keutuhan ciptaan.
Dia menambahkan jemaat mula mula mengalami tantangan yang berat tetapi mereka menjadi berkat. Bacaan Kisah Para Rasul 2:41-47 memberikan perspektif cara hidup berjemaat. “Ayat ini memberi kritik bagi tembok tembok yang memisahkan kita dalam gereja, karena saat ini banyak orang berpikir saya melakukan ini apa yang saya dapatkah. Hidup umat kristen harus ada dalam saling mendukung dan menyokong,” katanya.

Sebelum mengakhiri khotbahnya Pdt. Ronny memberi catatan yang pertama, IKA SMANSA 87 sementara menulis lembaran hidup yang akan dibaca anak anak dan cucu ibarat sebuah buku. Ditegaskannya IKA SMANSA 87 bukan sekedar datang dan pergi tetapi sementara menulis sejarah kehidupan dalam buku hidup dan akan dibaca anak, cucu atau siapa saja.

“Anak anak akan menjadi berkat, karena orangtua telah menanam yang baik. Tergantung kita mau menulis apa dalam lembaran hidup kita,” ujarnya. Kedua, lanjutnya, membangun cara pandang yang baru tentang hidup keumatan. “Kita harus menjadi sebuah kekuatan baru membangun gereja. Kita tidak bisa membiarkan gereja berjalan sendiri dengan kemegahannya. Kita harus mengingatkan gereja akan tanggung jawab sosial gereja, gereja tidak berguna jika megah tetapi di sekitarnya banyak orang miskin dan kelaparan, gereja yang memikirkan dirinya sendiri itu bukan gereja, gereja yang tidak menimbulkan kehadiran Tuhan yang membebaskan, gereja tidak saja hadir menyanyikan nyanyian kasih tetapi melakukan kasih,” tegasnya sembari menambahkan gereja harus menghancurkan tembok tembok yang membatasi ruang persekutuan kita atau dengan kata lain membangun persekutuan dengan menghancurkan tembok tembok membatasi ruang ruang persekutuan kita.

Ketiga, tambahnya IKA SMANSA 87 tetaplah menjadi berkat dan jagalah persekutuan membangun solidaritas sebagai tubuh Kristus.

VG IKA SMANSA 87 mempersembahkan pujian dua lagu Bahasa Cinta dan Terima Kasih Tuhan dalam liturgi. Begitupun Alumni SMANSA 87, Enna Riwu Kaho dan Boy Clemens mempersembahkan pujian -indah dan hikmat sehingga mendapat aplaus dari jemaat. Bahkan persembahan pujian Boy Clemens menitikan air mata Pdt. Rony Steven Runtu begitu pengakuannya dari atas mimbar.

Ketua Panitia, Endi Mawikere dan pemuda Betesda Nekon dalam sebuah VG ikut mempersembahkan pujian. Sementara doa syafaat, Pdt. Rony meminta Pdt. Anny Mella, STH yang juga IKA SMANSA 87. Pdt. Rony mengatakan ini adalah hal yang tidak lasim dalam sebuah kebaktian utama dalam liturgi GMIT.

Tanda Kasih IKA SMANSA Buat GMIT Betesda Nekon

IKA SMANSA 87, tidak hanya Temu Kangen 31 tahun saja tetapi mereka juga menandai temu kangen mereka dengan tanda kasih. Pada Temu Kangen 31 ini, IKA SMANSA 87 menandainya dengan memberi sumbangan dua buah mimbar yakni mimbar utama (besar), mimbar warta (kecil), meja altar, kantong persembahan empat buah dua warna merah dan dua warna hitam, 20 stola dan kusen kamar mandi gereja. Mimbar dikerjakan oleh tukang khusus yang datang dari Jepara.

Demikian pengakuan salah satu Presbiter Penatua Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua, Lazarus yang menjadikan Jemaat GMIT Betesda Nekon sebagai Jemaat Mitra.

Pada kesempatan itu Ketua IKA SMANSA 87, Frans Go saat penyerahan simbolis stola kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Betesda Nekon, Pdt. Betrix Penny, STh mengatakan pengumpulan dana untuk tanda kasih untuk Jemaat GMIT Betesda Nekon itu tidak sampai satu bulan setelah mendapat Khabar ada saudara saudara yang mesti mendapat topangan.

Dikemukakannya pengumpulan dana alumni IKA SMANSA 87 bagian dari rasa syukur alumni atas berkat berkat Tuhan Yesus yang diterima selama ini. “Tanda kasih ini tidak ada apa apanya bagi Jemaat GMIT Nekon dibandingkan kasih Tuhan yang luar biasa bagi kami IKA SMANSA 87 yang telah dianugrahkan aneka berkat selama 31 setelah selesai study di SMAN 1 Kupang,” ujar Ketua Frans Go yang didampingi Ketua Panitia Temu Kangen, Endi Mawikere dan Sekretaris Sylvia Peku Djawang.

Selanjutnya dia menambahkan mudah mudahan tanda kasih IKA SMANSA 87 menjadi berkat bagi kerja kerja mewartakan Injil, kebenaran, keadilan, cinta kasih, kerja kerja pelayanan dalam gereja Tuhan, bagi hormat, puji dan kemuliaan nama Tuhan.

Dia mengharapkan bapak pendeta, ibu pendeta, semua Jemaat GMIT Betesda Nekon mendoakan IKA SMANSA 87 untuk sehat dan terus “berbuah” melayani sesama.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Betesda Nekon, Pdt. Betrix Penny menyampaikan rasa terim kasih kepada IKA SMANSA 87 yang berbagi berkat melalui tanda kasihNya yang akan berguna bagi pewartaan Tuhan dan pelayanan dalam gereja tersebut. Sebab sentral pewartaan Injil Kristus ada pada mimbar gereja.

Jemaat GMIT Betesda Nekon, Klasis Fatuleu Barat adalah jemaat mitra Jemaat GMIT Kaisarea BTN Rayon satu yang bermitra dari Oktober 2016 lalu. Gedung kebaktian Jemaat GMIT Betesda Nekon akan ditabiskan akhir September 2018 ini oleh Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Yusuf Nakmofa, MTh.

IKA SMANSA 87 yang Protestan dan Katolik yang mengikuti kebaktian tersebut antara lain Frans Go, Sylvia Peku Djawang, Henny Rangga Dewa, Endi Mawikere, Evie Seran, Pdt. Anny Mella, Sapta Wulandari, Anna Djukana, Ena Riwu Kaho, Boy Clemens, Etha Salean, Merry Nilli, Maya Bolla, Nining Estiningsih, Ina Nguru, Dian Adu, dr. Telly Paty, Frits Nalle, Jemy Pirri, Emilia Dafrosa, Tony Waturaka, Yonatan Bessi, Yuser Pah, Troy Sinlae Loe, Philips Rangga. Sementara teman teman yang muslim antara lain Aida Gudban, Muhammad Taufik, Sri Wahyuningsih, Eko Supriati Ningsih, Endah Pratiwi, Herry Saharia, Agil Alatas, Agambril, Syah Alim, Sulastri Saleh, Djarot meninjau tempat wisata Gunung Fatuleu.

Usai kebaktian mereka kembali ke Baumata untuk makan siang dan refresing. Sahabat mereka yang tidak sempat mengikuti kebaktian seperti dr. Leonora Tiluata, Flora Ndapatadi, Nobert Palli, Ratna Mella, Muhammad Asis ikut bergabung di Baumata hingga acara usai pukul 18.00 Wita. Sedangkan alumni yang lain Farida Likur dan Wellem Ayal mengikuti acara hari pertama dan minggu kembali ke Jakarta dan Bali, Dicky Toelle, Marlis Uupenawani, Ida Mahardja, Raji Wijayanto, Sandara Tanjung, Lingkan Mandolang, Taroci Sula, mereka tidak bisa mengikuti acara hari kedua karena ada acara keluarga.

Sehari sebelumnya Temu Kangen 31 ini diawali car free Day, makan ikan kuah asam, santai di Pantai Warna Wani Oesapa sambil menari bersama mengenakan Kaos Khusus Temu Kangen 31 yang dirancang Herry Zaharia, makan malam dan aneka permainan di In Out Resto out door.

IKA SMANSA 87 terbentuk Tahun 2012 saat Reuni Perak 25 Tahun tamat sekolah dihadiri hampir 200 alumni dengan menyumbangkan sebuah lapangan basket lengkap dengan fasilitas untuk SMANSA, beasiswa untuk siswa/siswi SMAN I Kupang, tahun 2013 temu kangen di Bali, 2014 di Jogja, tahun 2015 ikut Reuni Akbar IKA SMANSA dengan peserta terbanyak bersama IKA SMANSA 85, Desember 2015 merayakan Natal dengan para lansia di Panti Sosial, 2016, tour The Flores mampir di Kupang dan merayakannya bersama di Pantai Nunhila, Desember 2016 dibawah Pimpinan Flora Ndapatadi dan Muhammad Taufik merayakan Natal dan pemberian tanda kasih dengan ratusan anak Panti Asuhan Kristen, salah satu panti suhan di Sikumana, di 2017 kembali Kupang sebahagian besar merayakan 30 tahun tamat SMAN I Kupang, merayakan Car Free Day, bersma anak anak Panti Asuhan Muslim dan pemberian tanda kasih dibawah koordinasi Flora Daud Ndapati dan Muhammad Taufik dan malam puncak perayaan di Cafe Mam Boi milik seorang alumni Merry Billi. (non)