Penuhi Undangan Polisi, Vincent Sudjatno Diperiksa

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Penyidik Polres Belu mengeluarkan undangan klarifikasi terhadap pengguna akun facebook Vincent Sudjatno terkait dugaan pelecehan terhadap karya jurnalistik.

Vincent diperiksa penyidik diruang Reskrim Polres Belu selama tiga jam pada Kamis (06/09/2018) kemarin. Dalam klarifikasi pengambilan keterangan Vincent mengakui perbuatannya.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing saat dihubungi awak media, Jumat (7/9) menuturkan, yang bersangkutan (terlapor) sudah periksa penyidik dan mengakui perbuatannya.

Terpisah, KBO Reskrim Ipda Ray Artika menuturkan, terlapor pengguna akun facebook Vincent telah diperiksa selama tiga jam oleh penyidik.

Sementara itu, pihak Kepolisian berkoordinasi dengan ahli bahasa apakah perbuatan terlapor memenuhi unsur tindak pidana atau tidak.

Diberitakan sebelumnya, pengguna akun facebook Vincent Sudjatno dilaporkan organisasi wartawan yang terhimpun dalam Pena Batas RI-RDTL terkait dugaan pelecehan karya jurnalistik pekan lalu.

Terpisah Ketua Pena Batas, Edy Bau yang dihubungi mengatakan, perbuatan Vincent Sudjatno merupakan bentuk pelecehan terhadap karya jurnalistik dan profesi jurnalis.

Lanjut Edy, kalimatnya bahwa berita itu ditulis karena jatah kurang atau tidak merata, itu sebuah penghinaan.

“Apalagi setelah teman-teman konfirmasi dia mengatakan hanya iseng dan mempersilahkan lapor polisi,” kata Edy akrab disapa.

Harusnya, Edy menegaskan jika sebagai pembaca mengkritik atau koreksi tulisan sebuah berita bisa disampaikan secara baik agar diakomodir. Bukan malah berkomentar yang mengarah pada penghinaan atau pencemaran.

Menurutnya, apa yang dilakukan akun Vincent ini telah melanggaar UU ITE. Bahwa sesuai Pasal 45 ayat 3, UU ITE nomor 19 tahun 2016 menyebutkan; Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Edy Bau juga meminta Polisi untuk serius dan profesional untuk menindaklanjuti laporan teman-teman dari Pena Batas dan memproses secara hukum hingga kasusnya tuntas.