Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Warga di Sungai

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sosok mayat seorang laki-laki ditemukan warga di Sungai Bitsoin Halituris, Dusun Abatsali, Desa Umakalaran, Kecamatan Tastim, Kabupatan Belu, Kamis (6/9/2018).

Mayat laki-laki tanpa identitas pertama kali ditemukan warga setempat yang sedang menggembala ternak sapi sekitar pukul 09.00 Wita.

Demikian Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing melalui KBO Reskrim, Ipda Ray Artika saat dihubungi media Kamis sore via whatsappnya.

Menurut Ray, mayat pria tanpda identitas ditemukan para saksi yakni, Amrosius Yos Amu, Yus Lalek dan Yohanis Mau Buti warga Dusun Abatsali, Desa Umaklaran.

Dari keterangan yang diambil dari ketiga saksi, penemuan mayat pria yang berusia sekitar 50-an tahun bermula saat ketiganya sedang menggembala ternak sapi disekitar lokasi sungai mayat ditemukan.

Ketika sedang mengembala salah satu saksi Yus Lalek melihat ada sesosok mayat yang terapung dengan posisi tertelungkup dalam air yang semula dipikirnya kalau itu hanya sebuah boneka.

Melihat hal itu dirinya lantas memanggil kedua saksi lainnya untuk melihat. Setelah kedua saksi datang melihat mereka memastikan kalau yang terapung disungai itu mayat.

Salah seorang saksi Amrosius Yos Amu langsung pergi ke Kantor Desa memberitahukan tentang apa yang ditemukan dan langsung menghubungi Babinpol Desa Umaklaran.

“Mayat tersebut sudah tidak dapat dikenali dan sekujur tubuh kulit sudah terkelupas,” ujar Ray.

Setelah menerima laporan tim Iden Polres Belu langsung bertindak mendatangi TKP mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP.

Oleh aparat Polisi jasad pria tanpa identitas itu langsung dievakuasi ke RSUD Mgr Gabriel Manek Atambua. Hasil tim medis diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 24 s/d 48 jam, namun tidak dapat dipastikan penyebab kematian.

Untuk sementara mayat pria tanpa identitas masih berada di ruang jenazah RSUD Atambua. Sementara itu Kapolsek bersama Kanit Reskrim telah berkordinasi dengan Kadis Sosial Belu guna pengurusan jenasah korban.