Upaya Kasasi Kandas, Susana Trisno Terancam Pidana

Laporan Alvaro Saputra Marten
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Perkara perdata antara, Susana Trisno, berhadapan dengan, Yohanes Suherman terkait sengketa kepemilikan tanah seluas kurang lebih 1000 meter persegi yang terletak di desa Batu Cermin-Labuan Bajo, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) rupanya kini berbuntut panjang.

Kuasa hukum, Yohanes Suherman, Muhammad Achyar, S.H kepada Wartawan menjelaskan bahwa, kasus ini kini memasuki babak baru.

Kedua belah pihak, baik Susana Trisno, maupun Yohanes Suherman (Kliennya) masing-masing mengklaim sejumlah bukti kepemilikan sah atas tanah tersebut.

Yohanes Suherman mengklaim, tanah itu dibelinya dari warga Labuan Bajo bernama Petrus Ga, pada tahun 2003 seharga Rp. kurang lebih 28 juta, dengan ukuran kurang lebih 2000 meter persegi.

Ia juga lengkap dengan sertifikat atas tanah itu sejak tahun 2004 silam dan bahkan sudah membayar PBB terhitung 8 (delapan) tahun. selain itu, dirinya telah membangun gudang diatas tanah itu sejak tahun 2010 lalu.

Lanjut Achyar, kasus ini pernah diselesaikan di Pengadilan Negeri Labuan Bajo, dimana Susana Trisno bertindak selaku Penggugat terhadap Yohanes Suherman selaku Tergugat, yang oleh Majelis Hakim ketika itu memenangkan Penggugat, dengan perkara Putusan Nomor: 10/Pdt.G/2016/PN.Lbj, tanggal 02 Juni 2016.

Tergugat Banding.

Merasa tak puas dengan putusan PN Labuan Bajo, Tergugat (Yohanes Suherman) selaku Pembanding mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Kupang. Alhasil, Pengadilan Tinggi Kupang memenangkan Pembanding, dalam Perkara Banding Nomor: 18/Pdt/2017/PT.KPG. Tanggal 10 April 2017 di Pengadilan Tinggi Kupang. Putusan itu telah berkekuatan hukum tetap atau bersifat inkracht.

Terbanding Kasasi.

Lebih lanjut, Achyar menerangkan, ketidakpuasan yang sama juga sepertinya dialami oleh Susana Trisno, yang sebelumnya selaku Penggugat di PN Labuan Bajo dan selaku Terbanding di PT Kupang. Ia (Susana Trisno), mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) terkait amar putusan PT Kupang yang memenangkan kliennya, Yohanes Suherman. Dengan Register Perkara Nomor: 3327 K/PDT/2017 tanggal 23 November 2017 lalu, yang diputuskan oleh tiga Majelis Hakim Kasasi, yakni Maria Anna Samiyati, S.H., MH., DR. Ibrahim, S.H., MH. LL.M dan DR. H. Sunarto, S.H., MH. dengan tanggal Putusan 31 Januari 2018. Namun sayangnya, upaya Kasasinya, kandas di MA, ujar Achyar.

Perkara belum usai, kini memasuki babak baru, Susana Trisno terancam Pidana.

Perkara ini rupanya belum usai. Jika sebelumnya, terkait sengketa kepemilikan lahan, maka kali ini, berubah topik, yaitu terkait dugaan pemalsuan dokumen. Pasalnya, Yohanes Suherman selaku Pelapor telah melaporkan Susana Trisno selaku Terlapor ke Polres Mabar, dengan Laporan Polisi Nomor: LP/132/IX/2016/NTT/Res Mabar atas dugaan tindak pidana Pemalsuan Dokumen dan Menggunakan Dokumen Palsu.

Achyar menegaskan, Susana Trisno dijerat dengan pasal 263 tentang pemalsuan dokumen dan pasal 264 tentang menggunakan dokumen palsu. Sebagaimana yang pernah diberitakan oleh media-media sebelumnya, tambahnya.

Menurutnya, proses penyidikan atas laporan pidana tersebut masih terus bergulir di Polres Manggarai Barat. Dokumen-dokumen yang dipergunakan oleh Susana Trisno untuk mengklaim tanah milik Yohanes Suherman melalui proses pengadilan perdata yang telah kandas di Mahkamah Agung itulah yang kini menjadi bukti pihak kepolisian untuk menjerat Susana Trisno dalam perkara pidana pemalsuan tersebut, tutupnya.