Kembangkan Hal Positif Lewat Medsos

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kehadiran media sosial (medsos) setidaknya dimanfaatkan dengan secara baik untuk kepentingan organisasi maupun pribadi.

Demikian Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Belu, Marsi Loe pada kegiatan workshop bijak bermedia sosial di wilayah perbatasan RI-Timor Leste, Rabu (29/8/2018).

Kepada para Guru, Tutor serta pelajar SMP dan SMA yang menghadiri workshop Loe meminta agar para Guru memanfaatkan teknologi lewat facebook, istagram dan whatsapp.

“Untuk para Guru buatkan WA grup untuk diskusikan hal-hal kaitan dengan kegiatan guru,” pinta dia.

Dengan demikian jelas Loe, ada ada hal-hal yang teman-teman guru tidak mengerti bisa dikusikan bersama dalam group tersebut.

Tetapi untuk saat ini tutur Loe, sebagian kita lebih banyak memanfaatkan media sosial seperti facebook, istagram untuk tebarkan gosip.

Mestinya lewat medoss itu dikembangkan hal-hal positif. Ketika kita kembangkan hal positof makan hal prohuktif akan muncul, demikian juga dengan hal negatif maka akan muncul negatifnya.

“Untuk para peserta apa yang akan disampaikan oleh narasumber dalam workshop dicerna secara baik karena dengan itu bisa dijadikan bekal kedepannya,” pesan Loe.

Ditekankan lagi, kepada para peserta workshop agar mengembangkan diri dengan hal-hal positif dan hindari hal-hal negatif yang hanya akan membuat diri kita terjerumus dalam masalah.

“Jangan pernah gantungan niat dengan uang tapi dengan motivasi untuk meraih masa depan,” akhir Loe.

Kegiatan workshop bijak bermedia sosial dihadiri sekitar 300 peserta guru dan pelajar terselenggara atas kerja sama Yayasan Mekar Pribadi bekerja sama dengan Kementerian Kominfo serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu.

Kegiatan tersebut menyajikan materi dari para narasumber yakni, Oetari Noor Permadi praktisi pendidikan dan budaya, Erwan Widyarto instruktur menulis kreatif serta Kepala BNPP Mota’ain Yolan Hutagalung yang dipandu moderator Anto Suhartono.