Simbolon Minta Nama Anak Pemanjat Tiang Bendera ‘Diluruskan’

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Robert Simbolon meminta agar nama bocah heroik penyelamat Merah Putih di perbatasan RI-Timor Leste yang sering ditulis berubah-ubah dalam pemberitaan media massa agar dibetulkan atau diluruskan.

“Tadi saya tanya, terus terang saya penasaran, kenapa nama si Yohanes, Johanis, Jhoni kok berubah-ubah. Ada yang mengatakan Yohanes Gama Marschal Lau, dan di tempat lain tertulis Jhoni atau Johanis Andi Kalla,” kata Simbolon saat menjamu Jhoni dan orang tuanya di rumah jabatan gubernur NTT, Rabu (22/8/2018).

Simbolon mengaku terperangah, karena ternyata nama bocah berusia 13 tahun itu, sesuai yang tertera pada kartu keluarga (KK) berbeda dengan nama yang tertulis pada ijazah SD yang dimilikinya.

“Sebenarnya nama di KK sesuai dengan nama pemberian orangtuanya, yakni Yohanes Gama Marschal Lau. Tetapi di ijazah sesuai dengan nama orangtua sarani atau orangtua baptis yaitu Johanis Andi Kalla,” ungkapnya.

Menurut Simbolon, jika hal ini tidak diluruskan maka akan bermasalah di kemudian hari. Pasalnya, atas aksi heroiknya tersebut, pelajar SMPN 1 Silawan itu, mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, terutama bantuan dana pendidikan.

“Karena itu, teman-teman wartawan harus bantu saya menjelaskan kepada masyarakat, karena nanti bermasalah. Saya janjikan untuk berikan beasiswa, ternyata nanti dalam proses ke jenjang berikutnya jadi bermasalah, dipersoalkan orang karena namanya beda-beda di ijazah dan kartu keluarga,” ujar Simbolon.

Karena itu, Simbolon meminta Bupati Belu dan jajarannya untuk memperbaiki atau meluruskan terkait persoalan nama bocah yang kini tiba-tiba menjadi buah bibir dan terkenal di seluruh pelosok tanah air, lantaran aksinya menyelamatkan Merah Putih tersebut.

Pada kesempatan itu, Penjabat Gubernur NTT Robert Simbolon dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT menghadiahinya uang senilai Rp 25 juta. Selain itu, pihaknya juga akan mengalokasi bantuan pendidikan kepada Jhoni melalui APBD.

Simbolon juga berencana mengumpulkan para pihak yang sudah menyatakan niatnya untuk membantu si bocah heroik tersebut, agar komitmen yang sudah disampaikan dapat direalisasikan dengan baik.

“Jadilah Jhoni yang tetap rendah hati. Yang paling terkenal sekarang ini, setelah Pak Jokowi adalah Jhoni,” pesan Simbolon kepada bocah heroik yang akrab disapa Jhoni itu.