Para Kades Diminta Sosialisasi Visi dan Misi Gubernur dan Wagub Terpilih

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Para kepala desa (Kades) di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta untuk mensosialisasikan visi, misi dan program dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih.

Permintaan ini diungkapkan Penjabat Gubernur NTT, Robert Simbolon dalam sambutannya pada acara Temu Tugas Kepala Desa Juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten dan Juara I Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi NTT di Kupang, Kamis (16/8/2018).

Acara yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT itu menghadirkan 21 Kepala Desa dan satu Lurah berprestasi dari seluruh kabupaten/kota se- NTT.

“Sambil menanti pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur hasil pilkada serentak pada bulan Juni lalu, saya meminta para kepala desa agar bantu Pemerintah Provinsi untuk mensosialisasikan visi, misi dan program beliau berdua. Harus aktif beri pemahaman kepada masyarakat agar mendukung pemimpin terpilih,” kata Simbolon.

Menurut Simbolon, proses pilkada telah berakhir dengan ditetapkannya pasangan Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Karena itu, sekarang saatnya semua pihak bergandengan tangan untuk bangkit dari ketertinggalan bersama pemimpin baru.

“Kalau di desa bapak-bapak, masih ada empat visi-misi pasangan calon, maka mulai saat ini, simpanlah tiga lainnya sebagai arsip dan koleksi pribadi. Yang selalu harus mulai dibawa-bawa sejak sekarang adalah yang judulnya Viktor-Josef. Itulah yang dipakai lima tahun ke depan. Kita harus bersama-sama menyukseskan program dari kedua pemimpin baru kita ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Simbolon juga meminta para kepala desa untuk terus menciptakan keteduhan dan kedamaian di desa. Karena peran dan kedudukan kepala desa sangatlah strategis.

“Yang tahu betul tentang persoalan masyarakat hanyalah kepala desa. Camat dan bupati akan tahu persoalan masyarakat kalau ada laporan dari kepala desa. Kepala desa berada di pusaran, denyut nadi kehidupan di desa karena semua urusan dari lahir sampai mati mesti dilaporkan kepada kepala desa. Karena itu, apa pun itu menyangkut kepentingan masyarakat, lakukanlah sebagai pelayanan dan pengabdian,” tandasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa NTT, Yohakim Kotan mengungkapkan, penetapan kepala desa dan lurah berprestasi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi. Seluruh desa di NTT yang berjumlah 3.026 dan 318 kelurahan diikutsertakan dalam lomba ini.

“Penilaiannya mencakup bidang administrasi pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan. Tim penilai terdiri dari akademisi, praktisi dan dari PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga),” jelas Kotan.

Untuk tingkat Provinsi NTT telah ditetapkan 6 Kepala Desa Terbaik, dari peringkat satu sampai enam yakni Kepala desa Kotowuji Barat Kabupaten Nagekeo, Bijeli Kabupaten TTU, Batajawa Kabupaten Ngada, Belang Merah, Kabupaten Alor, Sobo Kabupaten TTS, Mabodu Kabupaten Sumba Barat.

Sementara untuk tiga lurah terbaik tingkat Provinsi NTT dari peringkat satu sampai tiga yakni Lurah Kampung Sawah Kabupaten Sumba Barat, Hewuli Kabupaten Sikka dan Naimata Kota Kupang.