Merah Putih Berukuran Besar Di Tebing Perbatasan Mota’ain – Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73, dua Bendera Merah Putih berukuran raksasa dibentangkan di tebing jalan Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste.

Pantauan NTTOnlinenow.com, Kamis (16/8/2018) bendera merah putih pertama berukuran 70×50 dibentangkan dengan cara rapling di tebing gunung Sarabon dua jalur Dusun Mota’ain, Desa Mota’ain oleh prajurit TNI, Polri dan Basarnas.

Hadir dalam aksi kegiatan itu Bupati Belu, Sekda Belu, Kapolres Belu, Dandim 1605/Belu, Wadan Satgas Yonif 743/PSY, Danposal Atambua, Kepala Imigrasi Atambua, Kepala BNNP Mota’ain, Beacukai serta Perwira Polres Belu, Kodim Belu, Satgas Yonif 743/PSY.

Kegiatan yang diprakarsai Polres Belu bekerja sama dengan Pemda dan TNI melibatkan juga personel Polres Belu, Brimob Atambua, Kodim Belu, Yonif Raidersus 744/SYB, Satgas Yonif 743/PSY, tokoh Agama, tokoh masyarakat, Mahasiswa serta pelajar SMP dari Kecamatan Tastim yang ikut berpartisipasi.

Saat bendera raksasa dibentangkan peserta yang hadir berdiri berbaris sambil memegang bendera kecil ditangan memberikan penghormatan seraya mengumandangkan lagu kemerdekaan Indonesia Raya.

Selesai dari dilanjutkan dengan pembentangan bendera merah putih kedua sepanjang 2,2 kilo meter (2,200) meter di dalam kompleks atau area PLBN Mota’ain yang berbatasan langsung dengan Distric Batugade.

Adapun bendera dibentangkan dengan cara dipegang setiap warga sipil maupun aparat keamanan mulai dari pintu lintas batas mengelilingi atau mengutari jalur dalam kompleks PLBN sembari menyanyikan lagu-lagu perjuangan Indonesia.

Usai giat Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing kepada awak media menuturkan, ada tiga kegiatan yang dilakukan yang dilakukan hari ini dalam rangka memeriahkan sekaligus menyambut HUT RI ke-73 di tapal batas.

Jelas Tobing, giat pertama melakukan patroli merah putih batas Polri, TNI dan Forkopimda sebagai bentuk sinergitas. Selain itu pembentangan dua bendera merah putih raksasa di tebing Mota’ain dan pintu lintas batas Mota’ain dengan Timor Leste. “Kegiatan ini untuk menamankan, menumbuhkan rasa nasionalisme,” ujar dia.

Kontek perbatasan, menurut Tobing sangat perlu ditanamkan nilai-nilai kebangsaan bagi warga di wilayah perbatasan. Dengan pengorbanan bendera ini menimbulkan semangat masyarakat di Belu dan Malaka.

“Sehingga out put kepada masyarakat menanamkan semangat nasionlisme sehingga NKRI semakin kuat dan NKRI harga mati,” tandas dia.

Sementara Tokoh Agama Romo Yoris Giri, Pr mengatakan, dengan aksi pembentangan bendera raksasa ini menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri seluruh warga di perbatasan Belu.