Gerakan Hijau Tanah Humba, TNI-Polri Siap Cegah Dan Kendalikan Kebakaran Hutan Dan Lahan

Bagikan Artikel ini

Laporan Mohammad Habibudin
Waingapu, NTTOnlinenow.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sering terjadi di pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui gerakan hijau tanah Humba (Sumba), Kodim 1601 dan Kepolisian Resort (Polres) Sumba Timur siap mencegah dan mengendalikan Karhutla yang terjadi di wilayah ini.

Untuk gerakan tersebut, Kodim 1601 dan Polres Sumba Timur, DPRD Sumba Timur bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOMPIMDA) menggelar apel terpadu siaga pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta gerakan penghijauan di pulau Sumba.

Kapolres Sumba Timur, AKBP Victor MT Silalahi saat dikonfirmasi disela-sela kegiatan apel terpadu Kamis (16/8/2018) menjelaskan, apel yang bertemakan melalui gerakan hijau tanah Humba, pihaknya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah setempat untuk mencegah dan mengendalikan akan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Sumba.

“Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dibeberapa wilayah bukan hanya menjadi masalah nasional namun internasional, dampak dari kebakaran hutan dan lahan maka dikeluarkan instruksi Presiden nomor 11 tahun 2015 tentang peningkatan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan,”kata AKBP Victor.

Ia mengatakan, banyaknya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan juga sebagian wilayah di Indonesia, maka ini menjadi pelajaran bagi kita agar jangan dianggap remeh kejadian itu karna hal serupa bisa terjadi di wilayah kita di Sumba Timur

“Jadi kita jangan meremehkan kejadian kebaran hutan dan lahan di Sumba Timur karna sebagian wilayah merupakan hutan dan savana yang luas dan tersebar,”tandasnya.

Sementara Dandim 1601 Sumba Timur Letkol Inf. Zaenuddin menambahkan, kebakaran hutan dan lahan di Sumba masih merupakan kearifan lokal, jika hal itu terjadi maka tak akan berhasil kegiatan penghijauan yang kita lakukan sebab diawal musim hujan dan memasuki musim kemarau masyarakat mulai membakar lagi di padang.

“Kita belum pandai mengelola masalah kebakaran hutan akibat kemarau panjang, sehingga saya menghimbau dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa membakar hutan tak menguntungkan, saya pun sepakat untuk mencegah dan terjadinya pembakaran hutan kita akan membuat group WashApp yang tergabung dari TNI-POLRI, Taman Nasional, BPD untuk membantu pencegahan,”terangnya.