200 Sambungan PDAM Kota Kupang Terputus Akibat Pekerjaan Jalan

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Direktur Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening Lontar, Romy Seran mengaku, pihaknya banyak mendapat komplain dari banyak pelanggan pasca dimulainya pekerjaan jalan di empat titik, yaitu Jalan S.K.lerik, R.A. Kartni, Sam Ratulangi, dan jalan R.W. Monginsidi Kota Kupang. Pasalnya pekerjaan jalan itu menyebabkan 200 lebih pelanggan tidak bisa mendapat suplai air karena jaringan utilasi PDAM terputus sehingga suplai air tidak sampai kepada pelanggan.

“Memang pekerjaan jalan itu memutus jaringan suplai untuk kurang lebih 200 pelanggan,” Kata Romi kepada wartawan di Kupang, Rabu (16/08/2018).

Romi mengaku, pihaknya banyak mendapat komplain dari para pelanggan soal distribusi air. Namun karena pembangunan jalan itu juga untuk kepentingan umum, pihaknya selalu memberikan pengertian kepada para pelanggan yang tiap kali melakukan komplain.

“Memang butuh kesabaran untuk menghadapi para pelanggan. Kami selalu memberikan pengertian kepada mereka bahwa pemutusan hanya bersifat sementara karena ada pekerjaan jalan, setelah memberikan penjelasan soal pemutusan sementara kami mengharapkan mau mengerti sebab pembangunan jalan demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Romi mengaku sebelum perbaikan jalan dilakukan, pihak PUPR juga sudah mengundang pihaknya dan menjelaskan dampak dari pekerjaan tersebut, dan pihaknnya memahami nya, apalagi jaringan utilasi lainnya seperti, jaringan telepon, listrik juga terkena dampak dari pekerjaan itu.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, membenarkan adanya jaringan utilasi seperti jaringan Telkom, PDAM, Listrik yang terganggu. Untuk itu dirinya meminta pengertian masyarakat, sebab pekerjaan jalan juga untuk kepentingan masyarakat umum.

Beni mengaku, saat ini sudah ada beberapa jaringan baik itu, jaringan listrik, PDAM, maupun telekomunikasi sudah diperbaiki, sebab sebagian besar pekerjaan sudah sampai pada proses pemadatan lapisan sebelum dilanjutkan dengan pemgaspalan.

“Nah sebelum pengaspalan dilakukan, jaringan utilasi sudah harus dikerjakan, setelah itu baru pengaspalan dilakukan. Jadi saya minta maaf dan berharap masyarakat disekitarnya memahami kondisi sebenarnya,” kata Beni.

Ketika disinggung soal kapan rampungnya proyek tersebut. Beni mengaku sesuai jadwal dalam kalender kerja, proyek tersebut sudah harus rampung awal bulan November mendatang.