Menteri Rini Resmikan BTS Site Telkomsel-BAKTI Di Pulau Rote

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Rini Soemarno bersama dengan BAKTI/KOMINFO, PT.Telkomsel, PT.LEN Industri dan PT.AJN Solusindo meresmikan Base Transceiver Station (BTS) Universal Service Obligation (USO) di Desa Oebela, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (13/8/2018).

Keterangan tertulis yang diterima media ini di Kupang, Senin (13/8/2018) menyebutkan, BTS Site USO Telkomsel tersebut dimaksudkan untuk membuka layanan telekomunikasi selular yang meliputi wilayah blankspot 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan).

Dalam tahap pembangunannya mulai bulan Agustus hingga Oktober 2018, Telkomsel akan mendukung program BAKTI dengan membangun 108 titik lokasi BTS USO baru diseluruh wilayah Indonesia, di mana 5 (lima) BTS di antaranya berada di Pulau Rote, yaitu Desa Oebela, Desa Helebeik, Desa Suebela, Desa Mukekuku dan Desa Lenupetu.

VP Network Deployment and Services Telkomsel, Agus Witjaksono mengungkapkan, kehadiran jaringan telekomunikasi hingga wilayah perbatasan negara merupakan wujud nyata Telkomsel dalam melayani masyarakat Indonesia tanpa memandang lokasi maupun motivasi bisnis semata.

“Hal tersebut sejalan dengan komitmen kami sebagai operator selular terbesar di Negara Indonesia yang selalu berupaya agar tak ada lagi wilayah Indonesia yang terisolir, sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia benar-benar terajut indah dengan adanya jaringan komunikasi,” ungkapnya.

Dengan beroperasinya jaringan Telkomsel di Pulau Rote, menurut Agus, akan semakin memperkuat dan memperluas layanan telekomunikasi selular di wilayah perbatasan negara, di mana Pulau Rote merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara Australia. Adapun total BTS yang tersebar di Pulau Rote sejumlah 40 BTS dan 33% di antaranya merupakan BTS 4G.

“Kehadiran layanan Telkomsel hingga pelosok di wilayah perbatasan negara tersebut tentunya semakin memperkokoh terpeliharanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara kepulauan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi di pulau terluar maupun perbatasan negara merupakan bentuk dukungan Telkomsel dalam memelihara keutuhan NKRI, di mana hadirnya sarana telekomunikasi dapat meningkatkan ketahanan nasional sekaligus mempersatukan Bangsa Indonesia yang tersebar hingga ke pelosok Tanah Air.

Selain itu, hadirnya layanan Telkomsel secara nyata juga menjadi penunjang percepatan pertumbuhan perekonomian dan kemasyarakatan sekaligus mampu menjadi katalisator dalam mempromosikan potensi daerah dan memberi manfaat bagi daya tarik investasi, peluang usaha, bahkan lapangan kerja baru.

“Terlebih lagi mengingat posisi penting wilayah-wilayah perbatasan yang secara geopolitik sangat strategis dalam menjaga keutuhan negara,” pungkasnya.