Warga Tulamalae Surati Bupati Lay

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Warga RT 07/RW 03, Lingkungan Lalete Sukabi, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu menyurati Bupati Belu, Willybrodus Lay.

Surat yang dilayangkan Warga ke orang nomor satu Belu tersebut terkait dengan persoalan penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebuah gedung yang mengganggu kenyamanan warga sekitar lokasi pembangunan.

Warga setempat Yulius Benyamin Seran menuturkan, warga merasa tidak nyaman dengan pembangunan gedung layaknya sebuah hotel. Kondisinya, galian bangunan nyaris mencaplok rumah warga, karena jaraknya kurang lebih satu meter.

Hal itulah membuat Dominikus Yulius selaku pemilik dan ahli waris menyurati Bupati Belu. Sesuai copian surat yang diterima NTTOnlinenow.com, Minggu (12/8/2018) Yulius menyesalkan galian bangunan sangat menganggu kenyamanan, karena letaknya kurang lebih satu meter dari rumahnya.

Sehubungan dengan itu, tidak diketahui secara pasti IMB bangunan tersebut. Yulius dan warga mempertanyakan kejelasan IMB. Pasalnya konstruksi bangunan layaknya sebuah bangunan hotel. Terkait itu Warga meminta agar Bupati Wili melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap meninjau kembali IMB bangunan.

Seperti dalam surat tertanggal 10 Agustus 2018, Yulius meminta Pemerintah agar meninjau kembali IMB yang sudah diterbitkan. Dikatakan, pembangunan tidak boleh menyimpang dari IMB. Jika dalam peninjauan ditemukan penyimpangan, maka Pemerintah harus melakukan penertiban. Selain itu segera menyampaikan peringatan agar pembangunan dilaksanakan sesuai IMB.

Apabila tidak dihiraukan, Pemerintah seharusnya sudah memberi sanksi kepada pemilik bangunan tersebut. Diharapkan pembangunan diberhentikan, dan penampang galian ditimbun kembali.

Selain surat yang ditujukan kepada Bupati Belu, tembusan surat juga disampaikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Belu dan Kepala Kantor Ombudsman Perwakilan NTT di Kupang.

Hingga berita ini diturunkan, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap, Mikhael Baba belum berhasil ditemui awak media, karena tidak berada di tempat.

Informasi yang dihimpun dilapangan, warga tidak mengetahui siapa pemilik bangunan yang sementara mulai dikerjakan tersebut. Dugaaan kuat gedung yang dibangun bukanlah rumah tinggal atau bangunan toko sebagaimana yang tertera dalam plang IMB.

Sementara itu pantauan di lokasi terdapat sebuah papan bertuliskan IMB nomor DPMPTSP.644/1/73/VII/2018, jenis bangunan rumah tinggal dan toko tertanggal 31 Juli 2018.