Warga Protes Penerbitan IMB Bangunan Ruko Di Tulamalae

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah tinggal dan toko yang terletak di Lalete Sukabi, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat menuai protes.

Warga RT 07/RW 03 di lingkungan lokasi pembangunan menilai surat persetujuan tetangga untuk penerbitan IMB bangunan tersebut terkesan dilakukan secara sepihak.

Terkait hal itu warga Tulamalae mengajukan protes, pasalnya surat persetujuan tetangga terkesan sepihak dan cacat persedur.

Yulius Benyamin Seran salah satu warga selaku salah satu ahli waris kepada wartawan menuturkan, tidak setuju dengan surat persetujuan tetangga yang dibuat sebagai syarat untuk memperoleh IMB.

Surat tersebut terkesan dibuat sepihak. Ada kejanggalan dalam copian surat persetujuan yang diterima wartawan, kemarin di antaranya tidak ada tanda tangan dan cap Camat Atambua Barat serta tidak tercantum tanggal surat yang jelas.

Namun, saat dihubungkan dengan terbitnya IMB tertanggal 31 Juli 2018, maka indikasi cacat prosedur nampak waktu orang tuanya menandatangani suratnya.

“Mama saya baru tanda tangan surat di akhir Juli. Mana mungkin, setelah penyanding tanda tangan, langsung IMBnya terbit. Ada alur yang dilangkahi,” ujar Yulius ketika dihubungi, Minggu (12/8/2018).

Dari upaya itu dapat dibaca Instansi terkait mempercepat penerbitan IMB. Padahal, masih ada tahapan tertentu yang perlu dilakukan untuk menerbitkan IMB. Dinilai, kondisi surat itu yang mengindikasikan cacat prosedural.

Selain itu, surat persetujuan yang dibuat batal demi hukum, karena kondisi di lapangan terjadi di luar pernyataan kesepakatan dalam surat. Dalam satu bagian surat, disebutkan pembangunan gedung tidak boleh mengganggu lingkungan dan merusak rumah warga.

“Dalam surat ditulis jelas bahwa sepanjang tidak mengganggu lingkungan. Maka dengan sendirinya batal demi hukum,” kata dia.

Terkait itu, pihaknya berharap agar Bupati Belu segera menindaklanjuti surat terbuka yang sudah dilayangkan beberapa waktu lalu.

Namun demikian, tidak disikapi hingga batas waktu yang ditentukan yakni 13 Agustus, maka pihaknya akan memberi somasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu di bawah kendali Bupati Belu, Wilibrodus Lay dan Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan.

Selain itu somasi juga akan akan disampaikan kepada Dinas terkait serta pemilik bangunan tersebut.

Terpisah Camat Atambua Barat, Delfiana Beny yang dihubungi mengaku tidak mengetahui adanya pekerjaan bangunan di wilayah Kelurahan Tulamalae.

Dia menuturkan hanya mendapat informasi yang beredar di tengah masyarakat. “Bilangnya mau bangun hotel atau ruko, saya tidak tahu,” ucap dia.

Jelas Delfiana, seharunya pembangunan gedung yang membutuhkan IMB perlu dilakukan sosialisasi. Sebab itu berkaitan dengan banyak hal termasuk analisis mengenal dampak lingkungan (AMDAL).

Dia menegaskan, tidak mengetahui dan menandatangan dokumen yang berkaitan dengan pembangunan gedung. Sehingga, perlu dilakukan sosialisasi untuk mencegah adanya protes atau pun penolakan warga sekitar.

Berdasarkan surat persetujuan yang diperoleh diinformasikan bahwa, bangunan yang mulai dikerjakan milik Yohanes Ronald Sulayman, pengusaha asal Surabaya-Jawa Timur.

Surat persetujuan itu ditandatangani beberapa warga sekitar lokasi pekerjaan yang merupakan tetangga yakni Yasintha Aek, Theodorus Tulakoy, Yulius Min, Katharina Moy dan Yoseph Berek.

Selain itu dalam surat itu tidak tercantum tanggal dan tidak dilegitimasi melalui tanda tangan dan cap camat. Informasi lain yang beredar menyebutkan salah seorang ASN Kabupaten Belu yang berinisial FLL turut memfasilitasi penandatangan surat itu.