Dinilai Gagal, Dana Miliaran Budidaya Tanaman Hortikultura Dipertanyakan

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Program budidaya tanaman hortikultura pada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Belu dinilai gagal.

Terkait itu Dewan akan “membuka kartu” soal kegagalan pembudidayaan tanaman hortikultura yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Belu, Paulus Besin Samara kepada NTTOnlinenow.com, Kamis (9/8/2018) malam menuturkan dirinya mengetahui permasalahan budidaya beberapa jenis komoditi tanaman hortikultura yang dikelola Dinas.

Kendati demikian, Paulus belum bisa melangkahi komisi yang punya kewenangan, dirinya hanya mempertanyakan hasil alokasi anggaran kurang lebih sebanyak Rp 5,1 milyar untuk tanaman hortikultura.

“Kalau saya bicara kan tidak etis mendahului komisi yang punya kewenangan. Kita tahu anggaran besar, tapi hasilnya dimana. Saat dana miliaran itu sudah dipakai dampaknya seperti apa untuk warga,” ujar dia via handphone.

Politisi Partai Hanura itu mempertanyakan konsep pemanfaatan anggaran seperti apa, sehingga hasilnya belum diketahui. Selain itu juga menurut dia, jawaban Pemerintah atas pertanyaan dirinya pada sidang lalu belum sesuai.

“Ini anggaran miliaran rupiah, tapi dampaknya seperti apa untuk masyarakat,” tandas dia.

Paulus juga menyoroti program budidaya tanaman Maek Bako yang menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp 1,3 milyar. Dikatakan budidaya maek bako patut dipertanyakan, karena persiapan lahan dan penanaman dilakukan Aparat Sipil Negara (ASN).

Hal itu menurut Paulus kurang begitu logis. Dana miliran itu dimanfaatkan dan hasilnya belum nampak. Kaitan itu, pihaknya akan menunggu di sidang perubahan akhir Agustus mendatang.

“Kita akan minta Pemerintah jelaskan program dengan anggaran besar itu pada saat sidang perubahan akhir Agustus akan datang,” pungkas dia.