Miliki Senpi Ilegal, ASN Pemprov NTT Diancam Hukuman Mati

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara berinisial JAB alias J (42), diancam hukuman mati karena menyimpan dan menggunakan senjata api secara ilegal berjenis VZ 58 berpeluru kaliber 7,62 mm.

“Selain J ancaman hukuman sama juga dikenakan kepada tersangka lainnya yaitu JHM alias H (52) yang juga menyimpan dan menggunakan senjata api secara ilegal,” kata Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol Yudi Sinlaeloe sampaikan ini kepada wartawan di kantornya, Kamis (9/8/2018).

Yudi menjelaskan, dari tangan JHM alias H yang berprofesi sebagai pengusaha itu diamankan 12 barang bukti masing-masing 1 pucuk senjata api laras panjang jenis ruger mini, satu jenis raminton, duanpucuk jenis cis dan satu laras shot gun kaliber. Ikut diamankan 278 butir peluru jenis glok kaliber 3 milimeter, 47 butir peluru untuk RG kaliber 5,56 milimeter, 19 butir peluru shot gun kaliber 12 milimeter, 6 butir peluru moser kaliber 303 milimeter, 5 butir peluru raminton kaliber 6,2 milimeter, 1 (satu) butir amunisi refolver kaliber 38 milimeter, 2 buah magasen RM dan 1 buah obeng pendek.

Menurut Yudi, penanganan kasus tersebut, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/286/VIll/2018/SPKT, tanggal 1 Agustus 2018 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP- Sidik/373/VIII/2018/Ditreskrimum tanggal 1 Agustus 2018.

Dia mengatakan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun. Sesuai pengakuan tersangka, senjata api beserta amunisi tersebut diperoleh dari warga Timor Leste dengan cara membeli.

“Sesuai pengakuan mereka (tersangka) senjata api tersebut dibeli dari masyarakat Timor Leste untuk kepentingan pribadi berburu,” katanya.

Yudi menyebutkan, tersangka JAB alias J ditangkap Rabu 1 Agustus 2018 di Kolam Air Nona Kota Kupang sekitar pukul 03.20 WITA. Penangkapan terhadap JAB alias J atas laporan masyarakat.

“Dari hasil penangkapan JAB alias J itulah penyidik lalu mengungkap tersangka lainnya yaitu JHM alias H. Masih dimungkinkan ada tersangka lainnya,” terangnya. Kedua tersangka saat ini sedang menginap di tahanan Mapolda NTT.